PALEMBANG, TRIKPOS.com— Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Teddy Andrian, mulai bergerak cepat usai dilantik dengan menyiapkan sejumlah program prioritas untuk meningkatkan layanan air bersih sekaligus kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam pertemuan bersama awak media di Graha Tirta Musi, Teddy menegaskan komitmennya menghadirkan perubahan nyata, terutama dalam hal kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyebut, langkah awal yang dilakukan adalah membenahi sistem pelayanan pelanggan, termasuk mempercepat respons terhadap keluhan masyarakat. Salah satu inovasi yang tengah disiapkan yakni pengembangan aplikasi digital untuk mempermudah pelaporan gangguan.
“Melalui sistem ini, setiap aduan pelanggan akan tercatat dan terpantau secara jelas, mulai dari laporan masuk hingga penyelesaian di lapangan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Selain itu, Perumda Tirta Musi juga mempercepat program penambahan sambungan rumah baru. Dalam waktu dekat, perusahaan menargetkan puluhan ribu pelanggan baru dapat terlayani, seiring dengan upaya memperluas cakupan distribusi air bersih di Kota Palembang.
Meski layanan air bersih telah menjangkau sebagian besar wilayah, Teddy mengakui masih ada sekitar 13 hingga 15 persen warga yang belum menikmati layanan tersebut. Untuk mencapai cakupan penuh, dibutuhkan investasi besar, terutama untuk pembangunan jaringan pipa dan infrastruktur pendukung.
“Untuk mencapai 100 persen layanan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp100 miliar,” katanya.
Di sisi lain, persoalan layanan air bersih di wilayah perbatasan kota menjadi perhatian serius. Teddy menilai, minimnya koordinasi antarperusahaan daerah air minum (PDAM) selama ini menjadi kendala utama distribusi air ke masyarakat.
Ia mencontohkan wilayah Alang-Alang Lebar yang sebagian masuk cakupan layanan PDAM lain, sehingga terjadi kondisi saling menunggu dalam penyediaan layanan.
“Kalau mereka belum masuk, kami siap melayani, tentu dengan mempertimbangkan kapasitas produksi dan instalasi yang ada,” ujarnya.
Hal serupa juga terjadi di wilayah perbatasan seperti Sukajadi yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin. Teddy memastikan pihaknya akan memperkuat komunikasi lintas daerah agar masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih.
“Yang penting masyarakat tidak dirugikan hanya karena batas administratif,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, keluhan masyarakat di wilayah perbatasan seperti Alang-Alang Lebar, Talang Kelapa, hingga Kenten Laut kerap muncul, bahkan disampaikan melalui media sosial pemerintah kota.
Meski demikian, Perumda Tirta Musi tetap berupaya hadir membantu, termasuk di sejumlah kawasan yang secara administratif berada di luar wilayah Palembang namun memiliki kebutuhan layanan mendesak.
Selain fokus pada layanan eksternal, pembenahan internal perusahaan juga menjadi perhatian, mulai dari peningkatan standar pelayanan hingga perbaikan fasilitas pendukung.
Dengan berbagai langkah tersebut, Teddy optimistis Perumda Tirta Musi mampu meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan pelayanan air bersih yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat Kota Palembang. (#)















