PALEMBANG, TRIKPOS.com – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang mengajak generasi muda dan pelaku usaha mengambil peran aktif dalam pengembangan ekonomi syariah sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang berlangsung di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Jumat (5/6/2026).
Menurut Cik Ujang, penyelenggaraan FESyar tidak hanya menjadi ajang promosi ekonomi syariah, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin kompetitif.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kami menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan FESyar Regional Sumatera 2026 di Kota Palembang,” ujar Cik Ujang.
Ia menilai kepercayaan yang diberikan kepada Sumsel sebagai tuan rumah FESyar Regional Sumatera merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan Sumatera.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi yang berlangsung sangat cepat harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tabligh Akbar ini memiliki makna penting sebagai pengingat bahwa pembangunan ekonomi harus tetap berlandaskan nilai-nilai keadilan, keberkahan, dan kemaslahatan,” katanya.
Cik Ujang menegaskan ekonomi syariah tidak hanya berbicara mengenai transaksi halal, tetapi juga tentang upaya menciptakan kesejahteraan yang merata serta keberpihakan kepada kepentingan umat.
Karena itu, ia berharap FESyar Regional Sumatera 2026 mampu melahirkan berbagai inovasi dan kolaborasi yang mendukung pengembangan industri halal, penguatan UMKM syariah, ekonomi pesantren, serta optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat Sumatera Selatan dan masyarakat Sumatera pada umumnya untuk menjadikan FESyar sebagai sarana meningkatkan pemahaman, kecintaan, dan praktik ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Secara khusus, Cik Ujang mendorong generasi muda agar menjadikan ekonomi syariah sebagai ruang untuk berinovasi, berkarya, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Ia juga mengajak para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk halal serta memperluas akses pasar yang lebih kompetitif.
“Mari bersama-sama membangun peradaban ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan FESyar Regional Sumatera 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah nasional.
Menurutnya, berbagai agenda yang berlangsung selama tiga hari dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah.
“Kami terus mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Melalui berbagai kegiatan dalam FESyar ini, kami berharap literasi masyarakat semakin meningkat dan ekosistem ekonomi syariah semakin kuat,” kata Bambang.
Ia menambahkan, Tabligh Akbar yang diisi dengan lantunan selawat bersama diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Insyaallah melalui selawat bersama, kita memperoleh keberkahan dan semangat untuk mewujudkan ekonomi syariah yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” pungkasnya. (*)















