MUBA  

Bupati Muba Pastikan Penggantian Jembatan Baruga Tanpa Gejolak, BBPJN Targetkan Rampung Bertahap

Foto : Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet menerima jajaran BBPJN Sumsel membahas rencana penggantian Jembatan Baruga di Sekayu, Senin (4/5/2026).

SEKAYU, TRIKPOS.com — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memastikan rencana penggantian Jembatan Air Baruga di Kecamatan Babat Toman berjalan tanpa gejolak di masyarakat. Proyek tersebut dinilai mendesak karena kondisi jembatan yang telah tua dan rawan.

Kepastian itu disampaikan Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet usai menerima jajaran Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumatera Selatan, Senin (4/5/2026). Ia menekankan pentingnya koordinasi sejak awal dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat setempat.

“Apa saja yang bisa kita kerja samakan atau kolaborasikan untuk rencana penggantian jembatan ini,” ujar Toha.

Ia memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat melalui camat, kepala desa, dan tokoh setempat. Langkah ini dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa konflik.

“Setelah ini kita akan berkumpul dengan camat, kades, dan masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait rencana penggantian Jembatan Air Baruga di KM 172+600 Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman,” katanya.

Menurut dia, pendekatan persuasif menjadi kunci keberhasilan proyek tersebut. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung penuh agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

“Dengan koordinasi yang baik, mudah-mudahan pembangunan ini bisa dilakukan tanpa gejolak. Ini untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan Panji Krisna Wardana mengatakan, penggantian jembatan tersebut menjadi prioritas karena faktor usia dan kondisi konstruksi.

“Usia Jembatan Baruga sudah tua, sehingga menjadi perhatian utama untuk segera diganti,” kata Panji.

Selain penggantian jembatan, BBPJN juga menargetkan perbaikan ruas jalan nasional di wilayah tersebut, khususnya dari Mangun Jaya hingga batas Kabupaten Musi Rawas sepanjang sekitar 43 kilometer.

Dari total panjang tersebut, tingkat kemantapan jalan saat ini mencapai 66 persen, dengan sekitar 25 kilometer dalam kondisi baik dan 15 kilometer mengalami kerusakan.

“Dari ruas yang rusak, sepanjang 7 kilometer akan kita tuntaskan hingga 2027. Sisanya akan diselesaikan bertahap sampai 2029,” ujarnya. (#)