PALEMBANG, TRIKPOS.com | Pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal pembangunan yang transparan dan taat aturan.
Hal itu ditegaskan Bupati Musi Banyuasin (Muba) H. M. Toha Tohet, S.H. saat menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejati Sumsel di Griya Agung Palembang, Jumat malam (14/8/2026).
Dalam acara tersebut, jabatan Kajati Sumsel resmi beralih dari Dr. Ketut Sumedana kepada Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H. Prosesi dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, jajaran Forkopimda, para kepala daerah se-Sumsel serta para kepala kejaksaan negeri.
Bupati Toha hadir bersama sejumlah pejabat utama Pemkab Muba, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Akhmad Toyibir, Asisten I Setda Muba H. Ardiansyah, Kepala Bapperinda Muba H. Mursalin, Plt Kepala Dinkominfo Muba Daud Amri dan Kabag Prokopim Setda Muba Muhammad Agung Perdana.
Toha mengatakan, keberadaan aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam memastikan program pembangunan daerah berjalan sesuai koridor hukum.
“Penegakan hukum yang profesional, berintegritas dan humanis menjadi fondasi penting dalam mengawal pembangunan sekaligus menjaga Muba tetap aman dan kondusif,” ujar Toha.
Ia memastikan Pemkab Muba siap membangun komunikasi dan sinergi yang lebih kuat bersama Kajati Sumsel yang baru. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap kebijakan dan program pembangunan dapat dilaksanakan secara transparan, akuntabel serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Toha menyampaikan apresiasi kepada Dr. Ketut Sumedana atas pengabdian selama sekitar sembilan bulan memimpin Kejati Sumsel.
Menurutnya, sinergi yang telah terbangun, termasuk dalam pendampingan hukum program strategis daerah dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat hingga tingkat desa, menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan.
Ketut Sumedana selanjutnya mendapat amanah baru sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) RI. Jabatan tersebut berkaitan dengan pengawalan program pemenuhan gizi nasional bagi anak-anak Indonesia.
Toha menilai tugas baru tersebut memiliki arti strategis. Pemkab Muba, kata dia, siap ikut memperkuat sinergi untuk mendukung program nasional di bidang pemenuhan gizi.
“Penguatan gizi anak merupakan investasi penting untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Kajati Sumsel yang baru, Nurcahyo Jungkung Madyo, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan capaian positif yang telah dibangun sebelumnya.
Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang profesional, berintegritas dan humanis, sekaligus menjaga sinergi dengan pemerintah daerah.
Acara pisah sambut kemudian ditutup dengan pemberian cenderamata kepada Kajati lama dan Kajati baru, dilanjutkan foto bersama.
Laporan : Gus Edi













