MUBA  

Jalan Rusak di Jirak Jaya, Pemkab Muba Bergerak Cepat, Medco Dukung Perbaikan Mekar Jaya

Foto : Proses perbaikan darurat jalan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Muba, dengan dukungan alat berat dan PT Medco Energy

JIRAK JAYA, TRIKPOS.com — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, yang sempat viral di media sosial. Instruksi Bupati Muba H. M. Toha Tohet, SH langsung dieksekusi melalui penanganan darurat di lapangan.

Pemerintah Kecamatan Jirak Jaya bersama pihak terkait bergerak sigap dengan menggandeng sektor swasta, termasuk PT Medco Energy, untuk mempercepat proses perbaikan jalan agar akses masyarakat segera kembali normal.

Camat Jirak Jaya, Andi Suharto, SSTP., M.Si., menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut sebenarnya telah diperbaiki beberapa bulan sebelumnya. Namun, faktor cuaca menjadi penyebab utama kerusakan kembali terjadi sehingga diperlukan penanganan lanjutan yang lebih optimal dan berkelanjutan.

“Ini bukan pembiaran. Jalan ini sudah pernah ditangani, tetapi karena kondisi cuaca, diperlukan perbaikan lanjutan dengan perencanaan yang lebih matang agar hasilnya lebih tahan lama,” ujarnya.

Saat ini, progres di lapangan menunjukkan perkembangan positif. Material batu dari PT Medco Energy telah tiba dan siap digunakan untuk penanganan darurat. Selain itu, alat berat dari Dinas PUPR juga segera dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan.

“Sore ini tim sudah bergerak ke Desa Mekar Jaya dengan mobilisasi satu unit excavator dan satu vibro roller. Besok akan menyusul satu unit motor grader dan satu backhoe loader,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan PT Medco Energy sangat membantu percepatan penanganan di lapangan. Pemerintah kecamatan optimistis perbaikan dapat segera diselesaikan secara bertahap.

Andi juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait kondisi jalan. Ia menegaskan bahwa foto yang viral merupakan dokumentasi lama saat perbaikan sebelumnya dilakukan, bukan kondisi terkini.

“Klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya. (#)