Ampera Mendunia, Palembang Raih Best City Destination Award 2026

Foto : Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, menerima trofi Best City Destination Award 2026 kategori Excellence in Attraction mewakili Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dalam ajang Indonesia Tourism Marketing Week 2026 di Bali.

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Jembatan Ampera kembali mengukuhkan daya tariknya sebagai ikon pariwisata Kota Palembang. Kali ini, Ampera mengantarkan Palembang meraih penghargaan Best City Destination Award 2026 kategori Excellence in Attraction dalam ajang Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026.

Penghargaan tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh MarkPlus Tourism, konsultan pemasaran pariwisata yang didirikan oleh pakar pemasaran Indonesia, Hermawan Kartajaya. Acara penganugerahan berlangsung di Hotel Prama Sanur Beach, Bali, Jumat (17/10/2026) malam.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, SSTP., hadir langsung untuk menerima trofi penghargaan tersebut mewakili Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Penyerahan penghargaan ini menjadi momentum penting bagi Palembang dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata perkotaan di Indonesia.

Dalam proses penilaian, tim juri MarkPlus Tourism melakukan penyaringan terhadap kota-kota di Indonesia melalui riset dokumen (desk research), evaluasi data publik, serta pendekatan berbasis konsep 3A pariwisata, yakni Accessibility (aksesibilitas), Amenities (fasilitas pendukung), dan Attraction (daya tarik wisata).

Berdasarkan penilaian tersebut, Jembatan Ampera dinilai memiliki daya tarik yang kuat sebagai ikon wisata perkotaan. Selain menjadi penanda identitas Kota Palembang, jembatan yang membentang di atas Sungai Musi itu juga menjadi salah satu magnet bagi wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Sumatera Selatan tersebut.

“Penghargaan ini adalah bukti bahwa Palembang bukan sekadar kota transit, tetapi destinasi utama. Ampera adalah brand kita,” ujar M. Irman seusai menerima penghargaan.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Palembang untuk terus meningkatkan kualitas sektor pariwisata. Capaian tersebut juga menjadi pengingat bahwa pengembangan destinasi tidak cukup hanya mengandalkan ikon yang telah dikenal luas, tetapi harus diiringi peningkatan fasilitas, aksesibilitas, dan kualitas pengalaman wisatawan.

Ke depan, penataan amenitas, penguatan akses menuju destinasi, serta optimalisasi potensi Sungai Musi menjadi sejumlah pekerjaan yang perlu terus didorong. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, Palembang diharapkan mampu memperluas daya saing pariwisatanya di tingkat nasional maupun internasional.(Ril)