Cegah Plagiarisme, UPGRI Palembang Perketat Standar Tesis Mahasiswa S2

Foto : Wakil Ketua BPH PB PGRI Universitas PGRI Palembang, Drs. H. Lukman Haris, M.Si.,

PALEMBANG , TRIKPOS.com – Universitas PGRI (UPGRI) Palembang memperketat standar akademik mahasiswa pascasarjana dengan menempatkan isu plagiarisme sebagai perhatian utama. Kampus ini menegaskan bahwa tesis bukan sekadar formalitas kelulusan, melainkan tolok ukur integritas dan kualitas lulusan magister.

Sikap tegas tersebut diterapkan khususnya pada mahasiswa Program Magister (S2) di Program Studi Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Matematika. UPGRI memastikan setiap karya ilmiah yang dihasilkan mahasiswa harus orisinal, dapat dipertanggungjawabkan, dan bebas dari praktik plagiarisme.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) BP PGRI Universitas PGRI Palembang, Dr. Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H., melalui Wakil Ketua BPH PB PGRI UPGRI, Drs. H. Lukman Haris, M.Si., menegaskan bahwa kejujuran akademik merupakan fondasi utama pendidikan tinggi.

“Tesis adalah puncak pertanggungjawaban akademik mahasiswa. Karena itu, tidak boleh ada toleransi terhadap plagiarisme dalam bentuk apa pun,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, pelanggaran terhadap prinsip kejujuran akademik akan berujung pada konsekuensi serius, mulai dari pembatalan kelulusan hingga pencabutan keabsahan ijazah, meskipun mahasiswa telah menyelesaikan seluruh rangkaian perkuliahan.

Namun demikian, Lukman menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak semata-mata bersifat represif. UPGRI Palembang juga mengedepankan langkah preventif melalui pembinaan intensif kepada mahasiswa S2, salah satunya dengan mewajibkan pelatihan penulisan artikel ilmiah dan tesis.

“Mahasiswa dibekali pemahaman teknis penulisan ilmiah, cara mengutip yang benar, pengolahan data, hingga etika akademik. Ini upaya agar plagiarisme dicegah sejak awal,” jelasnya.

Berbeda dengan pola sebelumnya, mahasiswa kini diarahkan menyusun artikel ilmiah terlebih dahulu yang kemudian dikembangkan menjadi tesis. Skema ini diterapkan agar proses penulisan lebih terstruktur dan tidak dilakukan secara terburu-buru.

“Artikel ilmiah menjadi fondasi tesis. Dengan pola ini, mahasiswa mengembangkan karya yang sudah matang secara metodologis,” katanya.

Pelatihan tersebut diikuti 70 mahasiswa, terdiri dari 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani. Tingginya partisipasi dinilai mencerminkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya etika dan kualitas karya ilmiah.

UPGRI Palembang berharap kebijakan ini mampu melahirkan lulusan magister yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab ilmiah.

“Budaya akademik yang jujur harus dibangun sejak mahasiswa menempuh pendidikan. Itu komitmen kami dalam menjaga mutu lulusan,” pungkas Lukman

Exit mobile version