Disdik Palembang Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di 8 Ulu

Foto : Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang, M. Heru Hermawan, bersama perwakilan MKKS, K3S, dan para guru menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan paket sembako bagi warga terdampak kebakaran di Kelurahan 5 Ulu, Palembang, Rabu (21/10/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.com — Dinas Pendidikan Kota Palembang menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah, alat tulis, sepatu, pakaian, dan paket sembako kepada warga terdampak kebakaran di lorong Sabar Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Rabu (21/10/2026).

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak musibah kebakaran.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang, M. Heru Hermawan, mengatakan bantuan dihimpun melalui partisipasi berbagai pihak di lingkungan pendidikan, termasuk Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), para guru, dan sekolah-sekolah di Kota Palembang.

“Hari ini kami dari Dinas Pendidikan bersama MKKS, K3S, dan guru-guru menyalurkan bantuan untuk anak-anak kita yang terdampak kebakaran di Kelurahan 8 Ulu,” kata Heru.

Menurut dia, bantuan yang disalurkan meliputi seragam sekolah, alat tulis, sepatu, pakaian, serta kebutuhan pokok. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga, terutama siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran.

Heru mengingatkan para siswa agar tetap semangat melanjutkan pendidikan meskipun sedang menghadapi situasi sulit.

Ia menegaskan, musibah yang terjadi tidak boleh membuat anak-anak kehilangan motivasi untuk bersekolah dan meraih cita-cita.

“Untuk anak-anak yang terdampak, tetap semangat dan jangan putus asa karena masa depan masih panjang. Jangan larut dalam keadaan. Kehidupan harus terus berjalan dan sekolah juga harus tetap dilanjutkan,” ujarnya.

Selain bantuan kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan sekolah, Dinas Pendidikan Kota Palembang juga menyiapkan langkah untuk membantu warga yang kehilangan dokumen pendidikan akibat kebakaran.

Heru mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah agar membantu penerbitan surat keterangan bagi siswa yang dokumen pendidikannya terbakar.

Surat keterangan tersebut selanjutnya akan divalidasi oleh Dinas Pendidikan dan dilegalisasi sesuai kebutuhan administrasi.

Langkah itu tidak hanya berlaku bagi siswa yang masih aktif bersekolah, tetapi juga bagi alumni yang kehilangan dokumen pendidikan, termasuk ijazah.

“Kami sudah menginstruksikan sekolah-sekolah agar membuat surat keterangan. Nanti dari dinas akan kami validasi dan legalisasi. Ini berlaku bukan hanya bagi siswa yang masih sekolah, tetapi juga alumni yang ijazahnya terdampak kebakaran,” cetus Heru.

Dengan langkah tersebut, Dinas Pendidikan berharap kehilangan dokumen akibat kebakaran tidak menjadi penghambat bagi warga dalam mengurus keperluan administrasi pendidikan.

Berdasarkan data yang disampaikan, kebakaran tersebut mengakibatkan 17 rumah terbakar habis dengan dampak terhadap 26 kepala keluarga. Selain itu, delapan rumah lainnya terdampak dan melibatkan 11 kepala keluarga. Secara keseluruhan, 37 rumah yang terdampak dengan total 37 kepala keluarga.

Penyaluran bantuan dan penanganan dokumen pendidikan menjadi bagian dari upaya membantu warga melewati masa pemulihan setelah kebakaran. Dukungan dari lingkungan pendidikan diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan.

Laporan : iwan