PALEMBANG, TRIKPOS.com – Pemerintah Kota Palembang menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta budaya daerah melalui dukungan terhadap penerbitan perangko bertema artefak dan bangunan bersejarah Kota Palembang.
Dukungan tersebut disampaikan langsung Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, saat menerima audiensi jajaran PT Pos Indonesia terkait rencana Peluncuran Perangko Artefak dan Bangunan Bersejarah Kota Palembang, Selasa (2/6/2026).
Menurut Ratu Dewa, perangko tidak hanya berfungsi sebagai alat pengiriman surat, tetapi juga menjadi media dokumentasi sejarah yang memiliki nilai edukatif, budaya, dan koleksi yang tinggi.
“Melalui perangko, identitas sebuah daerah dapat diperkenalkan secara luas sekaligus diwariskan kepada generasi mendatang. Pemerintah Kota Palembang sangat mengapresiasi dan mendukung pencetakan perangko artefak dan bangunan bersejarah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut bukan hanya upaya mengenalkan sejarah kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan peradaban Kota Palembang yang dapat dikoleksi dan diabadikan sebagai arsip sejarah.
Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia yang memiliki akar sejarah sejak masa Kerajaan Sriwijaya, Palembang memiliki banyak peninggalan berharga yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Kehadiran perangko bertema sejarah diharapkan menjadi sarana promosi budaya yang efektif sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap identitas daerahnya,” kata Ratu Dewa.
Sementara itu, Executive General Manager PT Pos Indonesia Palembang, Danny Wahyu Saputra, menjelaskan bahwa peluncuran perangko tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343.
Menurut Danny, perangko edisi khusus itu akan menampilkan empat ikon sejarah pilihan Dinas Kebudayaan Kota Palembang, yakni Jembatan Ampera, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Kantor Ledeng, dan Prasasti Kedukan Bukit.
“Keempat ikon tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah, identitas, dan keterkaitan yang kuat dengan perjalanan Kota Palembang,” jelasnya.
Danny menuturkan, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara PT Pos Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang dalam memanfaatkan filateli sebagai media edukasi sejarah dan budaya.
Selain meluncurkan perangko edisi khusus, PT Pos Indonesia bersama Pemkot Palembang juga menggelar Lomba Menulis Surat dan Kartu Pos untuk Wali Kota Palembang dalam rangkaian peringatan HUT Kota Palembang.
Kompetisi yang berlangsung sejak 20 Mei hingga 20 Juni 2026 itu terbuka bagi peserta mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak kembali mengenal budaya menulis surat yang mulai ditinggalkan di era digital, sekaligus meningkatkan minat literasi di kalangan generasi muda.
“Nantinya akan dipilih surat dan kartu pos terbaik yang ditujukan kepada Wali Kota Palembang. Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan budaya literasi, komunikasi tertulis, dan kecintaan terhadap media pos di kalangan pelajar,” ujar Danny.
Peluncuran perangko artefak dan bangunan bersejarah ini diharapkan tidak hanya menjadi produk filateli semata, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam menjaga memori kolektif masyarakat, memperkenalkan kekayaan sejarah Bumi Sriwijaya kepada dunia, serta memperkuat identitas budaya Palembang sebagai salah satu kota tertua dan paling bersejarah di Nusantara. (#)















