PALEMBANG, TRIKPOS.com – Palembang Fashion Week (PFW) 2026 didorong menjadi salah satu pintu masuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar industri fesyen lokal. Ajang ini tidak hanya menjadi panggung peragaan busana, tetapi juga diarahkan sebagai wadah promosi dan pengembangan produk kreatif daerah.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani, mengatakan penyelenggaraan PFW harus memberikan manfaat nyata bagi desainer, pelaku UMKM, dan industri kecil menengah (IKM) di Kota Palembang.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Opening Ceremony Palembang Fashion Week 2026 di Top Hall M3, PTC Mall Palembang, Rabu (4/11/2026).
Menurut Dewi, Palembang memiliki modal budaya yang kuat untuk mengembangkan industri fesyen. Kekayaan wastra lokal, seperti songket dan jumputan, dapat menjadi identitas sekaligus sumber inovasi produk fesyen yang memiliki nilai ekonomi.
Ia menilai warisan budaya tersebut perlu dikembangkan melalui sentuhan desain modern agar mampu mengikuti perkembangan tren dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya Palembang Fashion Week 2026. Kegiatan seperti ini menjadi wadah positif untuk mempertemukan desainer, pelaku UMKM, serta insan kreatif dalam menghadirkan karya terbaik. Kita ingin industri fesyen Palembang terus berkembang dan memiliki daya saing,” ujar Dewi.
Ia juga menekankan agar UMKM lokal tidak hanya menjadi penonton dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan pelaku usaha harus dibuka agar mereka memperoleh kesempatan mempromosikan produk, membangun jaringan bisnis, hingga menjangkau pasar baru.
“Kita ingin UMKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Melalui kegiatan ini, mereka bisa memperkenalkan produknya, membangun jaringan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas,” katanya.
PFW 2026 mengusung tema “CollaborACTION – Goes to Trend 2027” dan berlangsung pada 4–8 November 2026. Kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, desainer, pelaku usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan industri kreatif.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, jajaran Dinas Kebudayaan, serta sejumlah desainer dan pelaku industri fesyen, termasuk Tria Gunawan. Penyelenggaraan PFW 2026 juga berkolaborasi dengan CB Stage Management.
Upaya pengembangan industri fesyen tersebut sebelumnya telah dibahas dalam audiensi antara Dinas Perindustrian Kota Palembang dan CB Stage Management pada 1 September 2026 di Ruang Rapat II Setda Kota Palembang. Audiensi dipimpin Ketua Dekranasda Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong kreativitas, inovasi, promosi, serta memperluas akses pasar bagi industri sandang dan IKM fesyen lokal.
Dewi berharap PFW dapat berkembang menjadi agenda strategis yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
“Kita ingin karya-karya desainer dan UMKM Palembang semakin dikenal, tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (*)
