PALEMBANG, TRIKPOS.com – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) D’Joss menyatakan kesiapan untuk bersinergi dan membantu Pemerintah Kota Palembang dalam menghadapi dampak kabut asap yang semakin pekat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan rahmat Allah SWT di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang mengusung ikhtiar bersama memohon hujan rahmat Allah SWT itu gabungan Pemerintah kota Palembang, Forum Ukhuwah dan Umaroh, Ormas D’Joss, serta sejumlah elemen masyarakat.
Lantunan ayat suci Alquran dan doa menggema di lingkungan Masjid Agung Palembang. Para jamaah bersama-sama memohon agar hujan segera turun untuk membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Ketua Umum D’Joss, Mardian, didampingi Dewan Pembina Iqbal, menyampaikan bahwa organisasinya siap mengambil bagian dalam upaya membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi kondisi tersebut.
Menurut Mardian, keberadaan organisasi kemasyarakatan tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata ketika masyarakat menghadapi persoalan bersama.
“Ormas D’Joss siap apabila dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Palembang. Kami siap bersinergi dan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat kebersamaan dan gotong royong perlu terus diperkuat agar penanganan dampak kabut asap dapat dilakukan secara bersama-sama. D’Joss juga berharap kondisi udara di Palembang segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Ketua Yayasan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang, Kgs. Abdul Rozak, mengatakan salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual setelah berbagai upaya dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi persoalan kabut asap.
Menurutnya, manusia memiliki keterbatasan sehingga perlu disertai doa, introspeksi diri, dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
“Pemerintah, baik provinsi maupun kota, sudah banyak berbuat untuk mengantisipasi agar kabut asap ini cepat hilang. Namun, upaya manusia ada batasnya. Kita menyadari bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan tidak luput dari kekhilafan serta kesalahan,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui salat Istisqa, umat Islam diajak bermuhasabah, memohon ampun, serta memperbaiki diri dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati.
Rozak berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut dapat dikabulkan sehingga hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik.
Terlebih, dampak kabut asap dan kemarau mulai dirasakan masyarakat, termasuk gangguan kesehatan. Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus berdoa sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Imam Masjid Agung Palembang, KH Syarifuddin Yaqub, mengatakan pelaksanaan salat Istisqa merupakan kegiatan yang rutin diupayakan setiap musim kemarau.
Ia menjelaskan, pihak masjid sebelumnya telah merencanakan pelaksanaan salat Istisqa pada September. Rencana tersebut kemudian mendapat respons dari pengurus yayasan dan Pemerintah Kota Palembang yang juga berkeinginan menggelar kegiatan serupa.
“Alhamdulillah, akhirnya kegiatan ini dilaksanakan bersama. Dengan bergabungnya berbagai pihak, jamaah yang hadir lebih banyak dibandingkan pelaksanaan salat Istisqa beberapa tahun sebelumnya,” ujarnya.
Syarifuddin juga menyampaikan kisah Hasan Basri di Basrah yang mengingatkan umat agar memperbanyak istigfar ketika menghadapi kemarau panjang yang menyebabkan tanaman dan ternak mati.
Menurutnya, memohon ampun kepada Allah SWT merupakan salah satu pesan penting dalam pelaksanaan salat Istisqa.
Ia menambahkan, dalam tuntunan yang dijelaskan melalui kitab-kitab rujukan, terdapat anjuran berpuasa selama empat hari sebelum salat Istisqa. Puasa tersebut dimulai Kamis, dilanjutkan Jumat dan Sabtu, hingga hari pelaksanaan salat pada Minggu.
Melalui kegiatan ini, seluruh elemen yang hadir berharap hujan segera turun dan kabut asap di Palembang berangsur mereda.
Kehadiran Ormas D’Joss bersama unsur pemerintah, pengurus masjid, dan masyarakat sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan dalam menghadapi persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.
Laporan : Iwan













