SUMSEL  

Efisiensi Anggaran Capai 50 Persen, Herman Deru Tekankan Kolaborasi Fiskal

Foto : Gubernur Sumsel Herman Deru menerima audiensi jajaran Kementerian Keuangan wilayah Sumsel dan Babel di Ruang Tamu Gubernur Sumsel

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam menjaga stabilitas fiskal serta memastikan program pembangunan tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Penegasan tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi jajaran pimpinan Kemenkeu di wilayah Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kamis (4/6/2026).

Rombongan dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel Babel yang juga Kepala Perwakilan Kemenkeu Sumsel, Retno Sri Sulistyani. Turut hadir Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur Agus Sudarmadi, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumsel, Jambi, dan Babel Ferdinan Lengkong, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumsel Rahmadi Murwanto, serta Kepala Balai Diklat Keuangan Palembang Agung Heri Pranyoto.

Dalam pertemuan tersebut, Retno memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Kemenkeu Sumsel sekaligus menyampaikan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mengoptimalkan penerimaan negara dan pengelolaan keuangan daerah.

Herman Deru menyambut baik kunjungan tersebut dan mengucapkan selamat datang kepada para pejabat yang baru bertugas di Sumsel. Menurutnya, koordinasi yang erat antara pemerintah daerah dan instansi pengelola keuangan negara menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan fiskal yang dihadapi saat ini.

“Kondisi finansial negara saat ini tidak mudah. Di satu sisi, kepala daerah memiliki program yang harus direalisasikan karena telah menjadi bagian dari RPJMD. Namun di sisi lain, kita juga menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang cukup besar. Karena itu, semua pihak harus mampu menyikapi kondisi ini secara bijaksana dan penuh tanggung jawab,” ujar Herman Deru.

Ia menilai peran DJP, Bea Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan sangat strategis dalam mendukung penguatan kapasitas fiskal daerah. Melalui kolaborasi yang solid, pengelolaan aset, optimalisasi penerimaan, dan efektivitas belanja pemerintah dapat terus ditingkatkan.

Herman Deru juga menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi, koordinasi, dan langkah-langkah strategis agar program prioritas pembangunan tetap berjalan sesuai target.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi serta membangun sinergi berkelanjutan antara Pemprov Sumsel dan jajaran Kemenkeu dalam mendukung pembangunan serta pertumbuhan ekonomi daerah. (*)