PALEMBANG, TRIKPOS.com | Pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi penegakan hukum di Bumi Sriwijaya. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut Kajati Sumsel yang baru, Nurcahyo J.M., sekaligus menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya, Dr. Ketut Sumedana.
Pesan tersebut disampaikan Herman Deru dalam acara pisah sambut Kajati Sumsel dari Ketut Sumedana kepada Nurcahyo J.M. di Griya Agung, Palembang, Jumat (14/8/2026) malam.
Herman Deru mengatakan, Pemprov Sumsel bersama pemerintah kabupaten dan kota siap mendukung Kajati Sumsel yang baru dalam menjalankan tugasnya.
“Atas nama Pemprov Sumsel dan kabupaten/kota se-Sumsel, kami mengucapkan selamat datang di Bumi Sriwijaya kepada Kajati yang baru,” kata Herman Deru.
Ia turut memperkenalkan karakter Sumatera Selatan yang dikenal memiliki masyarakat dengan latar belakang budaya, suku, dan bahasa yang beragam. Menurut Herman Deru, keberagaman tersebut selama ini mampu dikelola sehingga kehidupan masyarakat tetap kondusif.
“Keberagaman Sumsel ini luar biasa. Alhamdulillah, kita zero conflict,” ujarnya.
Apresiasi untuk Ketut Sumedana
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga memberikan penghargaan atas kiprah Ketut Sumedana selama memimpin Kejati Sumsel.
Ia menilai pendekatan penegakan hukum yang mengedepankan sisi humanis serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dari kontribusi Ketut Sumedana selama bertugas di Sumsel.
“Pak Ketut banyak memberikan kontribusi dalam penegakan hukum yang humanis dan pembangunan kebersamaan di Sumsel. Penegakan hukum di Sumsel berjalan baik,” ungkapnya.
Herman Deru berharap pengalaman dan kemampuan komunikasi yang dimiliki Ketut Sumedana dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pengabdian di tempat berikutnya.
“Semoga karier Pak Ketut semakin gemilang dan cemerlang dengan modal komunikasi yang baik,” katanya.
Program Hukum untuk Masyarakat Diminta Berlanjut
Kepada Kajati Sumsel yang baru, Herman Deru meminta sinergi antara Pemprov Sumsel dan Kejati Sumsel tidak berhenti pada penegakan hukum semata. Program yang menyentuh langsung masyarakat juga diharapkan terus berjalan.
Salah satunya Pos Bantuan Hukum (Posbankum) dan Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum). Menurut Herman Deru, kedua program tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hukum.
“Kami ingin program Posbankum dan Kadarkum tetap dilanjutkan agar warga Sumsel semakin memahami hukum,” ujarnya.
Ia menilai meningkatnya kesadaran hukum masyarakat turut memberikan dampak terhadap kehidupan sosial. Salah satu perubahan yang disebutnya adalah berkurangnya kebiasaan membawa senjata di tengah masyarakat.
“Budaya membawa senjata sekarang sudah berkurang karena masyarakat sudah paham hukum,” kata Herman Deru.
Ia pun mengajak seluruh pihak membantu Kajati Sumsel yang baru agar dapat menjalankan amanah secara optimal.
“Mari kita bantu Pak Cahyo melaksanakan tugasnya sebaik mungkin,” ujarnya.
Nurcahyo: Penegakan Hukum Harus Profesional dan Humanis
Sementara itu, Kajati Sumsel Nurcahyo J.M. menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diterimanya sejak tiba di Sumatera Selatan.
Nurcahyo mengatakan, penugasannya sebagai Kajati Sumsel merupakan mutasi ke-18 selama berkarier di lingkungan Kejaksaan.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Ketut Sumedana yang telah memimpin Kejati Sumsel sebelumnya. Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi fondasi yang akan dilanjutkan.
“Saya juga mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Ketut dengan capaian yang luar biasa. Saya sebagai Kajati yang baru tinggal melanjutkan,” ujar Nurcahyo.
Ia menegaskan, penegakan hukum di Sumatera Selatan akan dilakukan secara profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Terkait penegakan hukum tentunya profesional dan yang terpenting juga humanis,” tegasnya.
Nurcahyo juga memastikan Kejati Sumsel akan membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.
“Kami akan mendukung pelaksanaan tugas-tugas stakeholder terkait yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kami, khususnya berkaitan dengan penegakan hukum,” katanya.
Ia berharap kehadiran dirinya bersama jajaran Kejati Sumsel dapat diterima seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor, kata dia, menjadi bagian penting untuk mendorong kemajuan Sumatera Selatan.
“Mudah-mudahan dalam melaksanakan tugas kita bisa mewujudkan Sumsel yang lebih maju lagi. Mudah-mudahan kehadiran kami dapat diterima baik oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Acara pisah sambut tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru, Wakajati Sumsel beserta jajaran, Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Sekda Sumsel Edward Candra, Ketua Pengadilan Tinggi Palembang, Danrem 044/Gapo, Kabinda Sumsel, Danlanal Palembang, Danlanud SMH, serta sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda Sumatera Selatan.
Laporan : Redaksi













