PALEMBANG, TRIKPOS.com — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru berpesan kepada Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) agar tetap menjaga identitas budaya dan jati diri sebagai masyarakat Sulawesi Selatan, meski hidup dan berkiprah di tanah rantau.
Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Sumsel periode 2026–2031 di Palembang, Kamis (24/9/2026).
Herman Deru menegaskan, kebanggaan terhadap identitas asal harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga keharmonisan bersama masyarakat Sumatera Selatan.
Menurut dia, hubungan masyarakat Sumsel dengan warga KKSS selama ini terjalin baik. Kerukunan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kehidupan sosial di tengah keberagaman suku dan budaya.
“Antara orang Sumsel dan KKSS belum pernah terjadi konflik. Jadi, KKSS ini benar-benar di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujar Herman Deru dalam sambutannya.
Meski demikian, dia mengingatkan warga Sulawesi Selatan yang berada di Sumsel agar tidak kehilangan akar budaya dan identitasnya.
“Jangan sampai hilang identitas. Banggalah menjadi orang Sulawesi,” tegasnya.
Herman Deru juga mendorong KKSS mengambil peran lebih luas dalam merawat persatuan di Sumsel. Dia menyebutkan, terdapat 73 suku atau kelompok asal daerah yang berdomisili di Sumsel.
Keberagaman tersebut, kata dia, membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk KKSS, untuk menjaga Sumsel tetap rukun dan harmonis.
“Ada 73 asal daerah (suku) yang berdomisili di Sumsel. Maka, saya minta KKSS bisa menjadi perekatnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS, Abdul Kadir Karding, menyampaikan harapannya agar kepengurusan BPW KKSS Sumsel yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik.
“Semoga kepengurusan yang baru dilantik ini bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Abdul Kadir mengatakan, KKSS tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan. Organisasi tersebut juga memiliki peran dalam membangun jejaring sosial serta menjaga tradisi dan nilai budaya leluhur.
“Organisasi ini selain sebagai sarana berkumpul juga untuk membangun jejaring di tanah perantauan, kemudian agar bisa menjaga tradisi meski di tanah perantauan,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi dan konsolidasi kepengurusan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga ranting.
Menurut Abdul Kadir, salah satu agenda prioritas KKSS ke depan adalah membangun basis data anggota yang terintegrasi. Keberadaan database tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring sekaligus mendukung pengembangan organisasi.
“Yang pertama membangun organisasi yang tertib dan kuat. Ini adalah potensi besar dalam membangun jejaring. Harapan ke depan ingin punya satu database. Yang kedua, konsolidasi mulai tingkat pusat hingga ke ranting-rantingnya,” tutupnya.
Pelantikan BPW KKSS Sumsel periode 2026–2031 berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat Sulawesi Selatan di Sumsel serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat solidaritas warga Sulawesi Selatan di perantauan, menjaga warisan budaya, sekaligus berkontribusi dalam merawat persatuan dan keharmonisan masyarakat Sumatera Selatan. (#)













