OKI, SUMSEL  

Herman Deru Pilih Menginap di Desa Jungkal, Pantau Langsung Karhutla

OKI, TRIKPOS.com – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru mengambil langkah langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menginap di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), bersama Bupati OKI Muchendi Mahzareki, Minggu (11/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak karhutla, terutama lokasi dengan titik api terbesar, sekaligus mencari metode penanganan yang dinilai tepat.

Di tengah kondisi kemarau dan kepungan asap, Herman Deru juga mengajak masyarakat, pemerintah daerah, serta TNI/Polri memperkuat gotong royong dan koordinasi guna mencegah kebakaran meluas.

Ajakan itu disampaikan saat sosialisasi penanggulangan karhutla bersama masyarakat di Balai Desa Jungkal 2, Kecamatan Pampangan, Kabupaten OKI.

Herman Deru mengatakan, kondisi kemarau yang diperparah fenomena El Niño telah menimbulkan dampak di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Lebih dari dua bulan tanpa hujan membuat lahan persawahan mengering, kebun terbakar, dan debit air sungai menyusut.

“Kondisi ini harus kita sikapi dengan teguh, sabar, dan penuh kebersamaan. Pemerintah tentu tidak tinggal diam dan akan selalu hadir selama informasi serta koordinasi berjalan dengan baik,” ujar Herman Deru.

Ia menyoroti kondisi geografis OKI yang didominasi lahan rawa dan gambut sebagai salah satu faktor yang membuat wilayah tersebut rentan mengalami karhutla saat musim kemarau. Lahan gambut yang mengering berpotensi mempermudah api muncul dan menyebar.

Untuk mencegah bertambahnya titik api, Herman Deru meminta masyarakat menghentikan sementara aktivitas pembakaran, termasuk membakar sampah di lingkungan rumah.

“Maka kita sepakat dulu, meskipun membakar sampah di rumah, untuk sementara kita hentikan. Kita harus bersama-sama mencegah agar api tidak semakin meluas,” tegasnya.

Dalam upaya penanganan karhutla, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyiapkan sembilan helikopter untuk mendukung operasi pemadaman. Namun, pelaksanaan operasi udara menghadapi kendala akibat jarak pandang yang terbatas karena pekatnya asap.

Selain pemadaman, pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak. Herman Deru menyebut pesawat dalam operasi tersebut telah melakukan penerbangan sebanyak 70 kali.

Meski hujan telah turun di sejumlah wilayah, distribusinya belum sepenuhnya sesuai dengan lokasi yang membutuhkan penanganan karhutla.

“Alhamdulillah, ada beberapa titik yang turun hujan, tetapi ada juga yang tidak tepat di lokasi karhutla. Apa pun itu, tetap ada manfaatnya. Kita berharap hujan dapat turun di daerah-daerah yang terdapat titik api,” ungkapnya.

Herman Deru menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan dukungan informasi yang cepat dari masyarakat agar petugas dapat melakukan langkah penanggulangan secara tepat.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, kehadirannya bersama Gubernur Sumsel di Desa Jungkal bertujuan melihat kondisi lapangan sekaligus memberikan semangat kepada petugas dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Menurut Muchendi, Desa Jungkal menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena banyaknya titik panas atau hotspot yang terpantau.

“Kehadiran kami tentu untuk memberikan semangat kepada semua. Pak Gubernur ingin melihat langsung kondisi Desa Jungkal yang memiliki cukup banyak titik hotspot,” ujarnya.

Muchendi juga mengakui kabut asap akibat karhutla telah mengganggu kenyamanan masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten OKI, ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga serta memastikan koordinasi penanggulangan akan terus dilakukan bersama pemerintah provinsi, petugas, TNI/Polri, dan unsur terkait lainnya.

Kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi penanganan karhutla di wilayah OKI, sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi kemarau. (#)