PALEMBANG, TRIKPOS.com — Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Andie Dinialdie berkomitmen menemui Kapolda Sumsel pada Selasa (20/10/2026) untuk mendorong pengusutan kasus penganiayaan terhadap dua jurnalis di Palembang berjalan tuntas, transparan, dan profesional.
Komitmen tersebut disampaikan Andie saat menerima sejumlah wartawan untuk berdiskusi di rumah dinas Ketua DPRD Sumsel, Senin (19/10/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya mendorong penegakan hukum atas kasus kekerasan terhadap jurnalis yang mendapat perhatian luas dari kalangan pers.
Andie menegaskan, kekerasan terhadap jurnalis merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Ini sangat disayangkan, terjadi pada media. Ini tidak wajar. Apalagi kawan media sudah sering kumpul di Polda Sumsel,” ungkapnya.
Ia memastikan akan berkomunikasi langsung dengan Kapolda Sumsel guna mendorong penanganan perkara tersebut secara serius. Langkah itu diharapkan dapat mempercepat proses pengusutan sekaligus memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.
Sementara itu, Koordinator Koalisi Pers Sumsel, Ardhy Fitriansyah, berharap pertemuan dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Ketua DPRD Sumsel dapat menjadi dorongan bagi kepolisian untuk bertindak lebih tegas dalam mengungkap kasus tersebut.
Ardhy menilai, keberadaan bukti berupa rekaman video dan foto semestinya dapat membantu penyidik mengidentifikasi pelaku serta mempercepat proses penyelidikan.
“Karena semuanya sudah terang benderang. Kami rasa, pihak kepolisian tidak sulit untuk mengusut kasus ini, tidak seperti kasus korupsi. Ini kan sudah ada video dan fotonya. Semoga dari rekomendasi Kompolnas ini, Polda Sumsel dapat bekerja lebih tegas dan cepat lagi dalam menangkap pelaku,” ujarnya.
Koalisi Pers Sumsel mendesak aparat kepolisian agar menindaklanjuti perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pengusutan yang tuntas dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum kepada korban sekaligus menjamin perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistik.
Sebelumnya, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie telah menerima sejumlah mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus untuk mendengarkan pokok persoalan terkait kasus tersebut. Setelah pertemuan itu, Andie juga menerima perwakilan Koalisi Pers Sumsel guna menyerap aspirasi kalangan pers dan membahas dorongan terhadap penuntasan perkara penganiayaan dua jurnalis tersebut.
Koalisi Pers Sumsel berharap komitmen DPRD Sumsel tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan Polda Sumsel sehingga proses penegakan hukum berjalan sesuai harapan korban dan komunitas pers. (#)













