SUMSEL  

Produksi Padi Sumsel Tetap Optimis Naik, Target 4 Juta Ton Mendekati Realisasi

Foto : ilustrasi

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Sumatera Selatan tetap optimis produksi padi tahun ini akan mengalami kenaikan, meski dihadapkan pada kemarau panjang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Sumatera Selatan Tuti Murti, S.P., M.Si, saat diwawancarai melalui sambungan WhatsApp, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, pihaknya menyarankan petani untuk melakukan tanam pada sekitar bulan November saat memasuki musim penghujan. Namun untuk beberapa daerah seperti Kabupaten Banyuasin, curah hujan masih cukup tinggi sehingga petani di sana sudah mulai melakukan pengolahan tanah.

“Untuk daerah Banyuasin mereka memang masih hujan, dan sekarang sudah olah tanah,” ujarnya.

Terkait data lahan yang terdampak kemarau, Tuti menjelaskan data tersebut berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Pihaknya khusus menangani terkait pembibitan dan penanaman.

Begitu pula untuk data hama penyakit tanaman, pihaknya lebih fokus pada urusan produksi. Data secara rinci dikumpulkan oleh BPP.

Saat disinggung soal produksi di tengah kemarau panjang, pihaknya tetap optimis produksi akan naik.

“Kalau sampai saat ini kami masih optimis masih akan naik. Karena lahan-lahan yang biasanya tidak tanam saat kemarau, dengan kondisi ini justru bisa tanam. Kemarin kita juga bersegera tanam supaya tidak keburu kemarau datang,” jelasnya.

Ia menyebutkan, target produksi yang diminta Gubernur Sumsel adalah sebesar 4 juta ton. Namun untuk pengukuran produksi padi sendiri, bukan menjadi kewenangan dinasnya, melainkan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Sampai dengan bulan September kemarin kita masih naik, artinya sudah mendekati angka 4 juta ton,” pungkasnya.

Laporan : WAN