PALEMBANG, TRIKPOS .com— Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho membangun sinergi dengan para penghafal Al-Qur’an (hafidz) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Assaadah Polda Sumsel ini menjadi langkah strategis dalam mengedepankan pendekatan humanis dan spiritual dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kapolda Sumsel hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana, Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, serta jajaran pejabat utama. Sejumlah tokoh agama dan pimpinan lembaga keagamaan juga turut hadir, di antaranya perwakilan Kementerian Agama, MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta kalangan akademisi.
Dalam sambutannya, Sandi menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas sosial.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Para ulama dan hafidz memiliki peran penting dalam menjaga kesejukan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan hafidz tidak hanya berperan dalam aspek keagamaan, tetapi juga sebagai penyampai pesan damai yang mampu meredam potensi konflik sosial.
Melalui pendekatan ini, Polda Sumsel mengimplementasikan strategi cooling system berbasis nilai keagamaan dengan melibatkan tokoh agama secara langsung dalam menjaga keamanan.
Langkah tersebut dinilai efektif dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, sekaligus menjaga stabilitas sosial secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi, Kapolda Sumsel menyerahkan sertifikat dan tali asih kepada para hafidz dan hafidzah, termasuk dari kalangan personel Polri.
Kegiatan yang dirangkai dengan khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan buka puasa ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Melalui sinergi ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya dalam membangun institusi Polri yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis, religius, dan dekat dengan masyarakat..(#)















