PALEMBANG, TRIKPOS.com — Momentum Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Griya Agung, Sabtu (25/4/2026), menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan penuh terhadap keberadaan dan kontribusi masyarakat perantau sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah siap memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat perantau guna memperkuat sinergi dan mendorong kemajuan daerah, khususnya Kota Palembang.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir langkah konkret dan kolaboratif dalam mendorong kemajuan Sumbagsel, tanpa mengesampingkan kepentingan nasional,” ujar Ratu Dewa.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang mewakili lima gubernur di wilayah Sumbagsel menekankan pentingnya kolaborasi antar putra daerah dalam mempercepat pembangunan.
Menurut Herman Deru, forum tersebut bukan untuk menunjukkan dominasi daerah tertentu, melainkan memperkuat kebersamaan dalam membangun kawasan Sumatera Bagian Selatan secara bersama-sama.
“Pertemuan ini bukan untuk menunjukkan siapa yang paling besar, tetapi untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan dalam memajukan daerah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Selatan sebagai tuan rumah pertemuan perdana tersebut. Ke depan, ia berharap forum serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan.
Herman Deru menilai, kolaborasi yang dibangun harus fokus pada percepatan program prioritas yang telah ada, seperti pembangunan Pelabuhan Samudra Tanjung Carat, Tol Palembang–Jambi, serta Tol Palembang–Bengkulu.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyebut kegiatan ini merupakan inisiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, untuk menghimpun para pemangku kebijakan dalam satu forum strategis.
Menurut Tito, pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam merumuskan program prioritas pembangunan Sumbagsel dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk para menteri koordinator.
“Silaturahmi seperti ini sudah lama tidak terjadi. Kita ingin berbuat sesuatu untuk Sumbagsel. Ini hal yang wajar di negara besar, ketika putra daerah ingin memberikan solusi bagi wilayahnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah proyek strategis seperti pengembangan kawasan Tanjung Carat dan percepatan konektivitas Tol Trans Sumatera yang dinilai masih perlu dioptimalkan untuk membuka akses ekonomi dan pariwisata antarwilayah.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengikuti kegiatan secara virtual.
Ia menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama lintas daerah dalam bidang ekonomi, sumber daya manusia, dan dukungan terhadap program pemerintah pusat.
“Kita ingin menyatukan kekuatan daerah dalam bidang ekonomi, sumber daya manusia, serta mendukung program pemerintah. Ini bukan soal kedaerahan sempit, melainkan membangun kekuatan bersama seperti masa kejayaan Sriwijaya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Zulkifli Hasan menilai kawasan Sumbagsel memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia, budaya, maupun ekonomi.
Namun, menurutnya, potensi tersebut harus diiringi dengan sinergi yang kuat dan pemetaan yang tepat agar mampu bersaing dengan wilayah lain di Indonesia.
“Silaturahmi ini harus menjadi kebutuhan bersama untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Kita ingin pemerataan pembangunan dan kemajuan di Sumbagsel,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.
Turut hadir pula tokoh nasional seperti Hatta Rajasa dan Aburizal Bakrie, serta para gubernur se-Sumbagsel, termasuk Rahmat Mirzani Djausal, Helmi Hasan, Al Haris, dan Hidayat Arsani. (#)















