SUMSEL  

Sekda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Nilai Persatuan dan Perdamaian Dunia

Foto : Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Selasa (2/6/2026). Upacara diikuti ASN Pemprov Sumsel sebagai wujud penguatan nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila.

PALEMBANG, TRIKPOS.com– Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (2/6/2026).

Upacara yang diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut berlangsung khidmat sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan global.

Dalam kesempatan itu, Edward Candra membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yakni Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga dapat menjadi kontribusi nyata bagi terciptanya perdamaian dunia,” ujar Edward.

Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi fondasi yang mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau.

Di tengah ketidakpastian global, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik yang terus berkembang, Pancasila dinilai tetap menjadi pedoman moral sekaligus arah bagi bangsa Indonesia dalam menjalankan peran di tingkat internasional.

“Pancasila adalah jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Indonesia juga memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi karakter bangsa Indonesia merupakan modal penting dalam membangun diplomasi damai di tengah berbagai konflik yang terjadi di dunia.

Kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah menjadi bukti nyata implementasi nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.

Pada bagian akhir pidato, Edward mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan para pemangku kebijakan agar setiap program pembangunan dan pelayanan publik selalu berlandaskan keadilan sosial, menjamin perlindungan kelompok rentan, serta tidak meninggalkan masyarakat yang membutuhkan perhatian negara.

Selain itu, seluruh komponen bangsa diminta terus menjaga persatuan dan melawan berbagai bentuk intoleransi maupun radikalisme yang berpotensi mengganggu harmoni kehidupan berbangsa.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!” tutupnya. (#)