Nabila Askolani Dorong Kolaborasi Tingkatkan Budaya Literasi di Banyuasin

Foto : Foto: Nabila Askolani Putri menghadiri Rapat Teknis Urusan Perpustakaan se-Sumatera Selatan di Ballroom The Zuri Hotel Palembang, Selasa (28/4/2026)

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Upaya meningkatkan budaya membaca dan kualitas literasi masyarakat terus menjadi perhatian berbagai pihak. Hal itu mengemuka dalam Rapat Teknis Urusan Perpustakaan se-Sumatera Selatan yang digelar di Ballroom The Zuri Hotel Palembang, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Penguatan Sinergi Daerah dalam Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM)” tersebut dihadiri Nabila Askolani Putri bersama para pemangku kepentingan bidang perpustakaan dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan program pemerintah pusat dan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendorong peningkatan budaya literasi di Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan itu, Nabila Askolani Putri menegaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan minat baca, khususnya di Kabupaten Banyuasin. Berdasarkan data yang dipaparkan, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Banyuasin masih berada di angka 61,82 sehingga memerlukan perhatian bersama.

“Penguatan literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kualitas literasi di Sumatera Selatan akan terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah memisahkan urusan perpustakaan dari kearsipan. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi tonggak penting agar perpustakaan dapat berkembang sebagai institusi yang mandiri, inovatif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak seluruh pihak membangun budaya membaca sejak usia dini. Ia menilai kebiasaan membaca merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Anak-anak harus dibiasakan mencintai buku sejak dini. Membaca akan membuka wawasan dan menjadi bekal menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Rapat teknis tersebut turut dihadiri Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Wali Kota Lubuk Linggau, Kepala Dinas Perpustakaan se-Sumatera Selatan, Asisten Administrasi Setda Sumsel, para Duta Literasi, serta Bunda Literasi dari berbagai daerah. (@)