PALEMBANG, TRIKPOS.com – Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dimanfaatkan Wali Kota Palembang untuk mengingatkan pentingnya memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan era digital. Pesan itu disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Harganas di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Senin (29/6/2026).
Dalam amanatnya, Wali Kota menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan. Namun, pesatnya perkembangan teknologi digital dinilai turut menghadirkan tantangan baru, terutama berkurangnya interaksi langsung di lingkungan keluarga.
Menurutnya, penggunaan teknologi harus disikapi secara bijak agar tidak mengikis kedekatan emosional antaranggota keluarga.
“Teknologi memang memberikan banyak kemudahan, tetapi jangan sampai anggota keluarga lebih sibuk berinteraksi dengan gawai dibandingkan saling berkomunikasi dan membangun kebersamaan di rumah,” ujarnya.
Ia mengajak setiap keluarga membangun kebiasaan positif, seperti membatasi waktu penggunaan gawai, menyediakan waktu berkumpul tanpa perangkat digital, serta menciptakan ruang komunikasi yang hangat, terbuka, dan penuh perhatian.
Pada peringatan Harganas tahun ini yang mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Wali Kota juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Kehadiran tersebut, katanya, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional melalui perhatian, komunikasi yang baik, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, makna “Ayah Wajib Hadir” juga mencakup figur laki-laki lain yang berperan dalam mendampingi anak, seperti kakek, paman, kakak laki-laki, ayah sambung, maupun wali yang memberikan kasih sayang, bimbingan, dan teladan.
Wali Kota berharap peringatan Harganas ke-33 menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk semakin memperkuat fungsi keluarga sebagai tempat pertama membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta menciptakan generasi yang berkualitas.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang sehat, produktif, berkarakter, dan saling peduli. Dari keluarga yang berkualitas inilah cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan,” tutupnya. (#)














