PALEMBANG, TRIKPOS.com – Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sriyanti di Jalan Nurdin Pandji, RT 08 RW 08, Kelurahan Sukamaju, Palembang, terus berbenah.
Memasuki hari ke-13 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, pembangunan rumah tersebut kini memasuki tahapan penting.
Personel Satgas TMMD bersama warga mulai memasang kerangka baja dan atap bangunan. Pekerjaan juga dilanjutkan dengan pemasangan dinding kalsiboard untuk mempercepat penyelesaian rumah yang diharapkan segera dapat ditempati dengan lebih nyaman.
Pekerjaan dilakukan setelah personel Satgas mengikuti apel pagi. Dengan semangat gotong royong, prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan setiap bagian pembangunan.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan RTLH tersebut terus dikebut dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan keselamatan personel.
“Setiap tahapan pembangunan kami laksanakan secara maksimal bersama masyarakat. Hari ini kami fokus pada pemasangan kerangka baja, atap, dan dinding kalsiboard agar progres pembangunan terus berjalan sesuai target,” kata Erik.
Menurut dia, pembangunan rumah tersebut diharapkan segera rampung sehingga Sriyanti dan keluarganya dapat menempati hunian yang lebih layak dan nyaman.
“Kami berharap rumah ini segera selesai sehingga dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup Ibu Sriyanti beserta keluarganya,” ujarnya.
Pembangunan RTLH menjadi salah satu wujud nyata kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat melalui program TMMD ke-129.
Tidak hanya membangun sarana dan prasarana, program tersebut juga menghadirkan hunian yang lebih layak bagi warga. Kolaborasi antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penyelesaian setiap sasaran pembangunan.
Semangat gotong royong pun terus terjaga. Dari pemasangan kerangka hingga penyelesaian dinding rumah, prajurit TNI dan warga bersama-sama bekerja agar hunian Sriyanti segera berubah menjadi rumah yang lebih layak untuk ditinggali. (WAN)













