PALEMBANG, TRIKPOS.com — PSMS Medan gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menghadapi Sumsel United pada laga perdana Pegadaian Championship 2026. Sempat unggul 2-0, tim berjuluk Ayam Kinantan itu harus puas membawa pulang satu poin setelah ditahan Sumsel United 2-2 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (13/9/2026).
PSMS mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Laga baru berjalan lima menit, Phillerson Oliveira sudah membawa tim tamu unggul melalui eksekusi penalti.
Keunggulan tersebut membuat PSMS semakin percaya diri. Penyerang anyar Javier Siverio kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-29. PSMS pun menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan. Memasuki babak kedua, Sumsel United meningkatkan tekanan dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Fajar Firdaus pada menit ke-49.
Momentum tuan rumah semakin kuat. Hanya berselang sembilan menit, Hibiki Mochizuki mencetak gol penyama kedudukan yang membuat skor berubah menjadi 2-2.
Situasi PSMS semakin sulit setelah kiper Rudi N Razak diganjar kartu merah. Bermain dengan 10 pemain, PSMS harus bertahan lebih dalam sekaligus bekerja keras untuk mempertahankan hasil imbang hingga peluit akhir.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui laga tandang perdana musim ini berlangsung tidak mudah. Ia menilai anak asuhnya sebenarnya memiliki peluang untuk membawa pulang tiga poin.
“Pertandingan seru di laga awal away tidak mudah, tapi pemain telah berusaha untuk mendapatkan tiga poin. Yang terjadi adalah kita dapat satu poin,” ujar Eko seusai pertandingan.
Eko mengatakan PSMS tampil dominan pada babak pertama dan mampu menciptakan sejumlah peluang. Namun, konsentrasi dan konsistensi tim menurun setelah memasuki babak kedua.
“Kita tampil dominan dan banyak peluang. Di babak kedua kita lengah, kurang konsisten. Terjadinya kartu merah juga sangat berpengaruh kepada tim,” katanya.
Menurut Eko, gol cepat Sumsel United pada awal babak kedua menjadi titik balik pertandingan. Setelah itu, PSMS kembali kebobolan dan harus bermain dengan 10 pemain.
“Babak kedua tadi saya sampaikan kita harus konsisten. Kita lengah di menit pertama babak kedua sehingga terjadinya gol, tambah satu gol lagi dan ada kartu merah. Tapi pemain tetap bertarung. Ke depannya kita perbaiki,” ucapnya.
Eko juga mengevaluasi pola permainan tim yang dinilainya terlalu terburu-buru pada babak kedua. Sirkulasi bola yang kurang tenang membuat PSMS kehilangan kendali atas pertandingan.
“Babak kedua terlalu buru-buru, memberikan bola buru-buru selalu ke depan. Ditambah gol pertama dari Sumsel menambah lose konsentrasi. Tapi itulah pertandingan,” tuturnya.
Selain mengevaluasi hasil pertandingan, Eko menyoroti penerapan regulasi I.League yang mewajibkan klub memainkan dua pemain U-21. Menurut dia, aturan tersebut perlu direspons dengan memberikan ruang bagi pemain muda untuk memperoleh pengalaman sekaligus berkembang dalam kompetisi.
Pemain senior PSMS Medan, Manahati Lestusen, mengatakan tim datang ke Palembang dengan target meraih tiga poin. Kendati target tersebut belum tercapai, ia memilih menjadikan hasil imbang sebagai bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.
Manahati juga menilai regulasi pemain U-21 dapat menjadi peluang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman tampil di level kompetisi profesional.
Hasil imbang tersebut membuat PSMS Medan mengawali Pegadaian Championship 2026 dengan koleksi satu poin. Sementara bagi Sumsel United, kebangkitan pada babak kedua menjadi modal penting setelah mampu menyelamatkan satu poin dari situasi tertinggal dua gol.













