Herman Deru Bidik Produksi Gabah Sumsel 5 Juta Ton Lewat Percepatan IP 300

Foto : Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri Panen Raya Indeks Pertanaman (IP) 200 seluas 3.195 hektare di Desa Suka Cinta, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (5/8/2026).

OGAN ILIR, TRIKPOS.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong percepatan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi 300 sebagai strategi meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Gubernur Sumsel Herman Deru optimistis langkah tersebut dapat membawa produksi gabah Sumsel mencapai 5 juta ton.

Optimisme itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Panen Raya Indeks Pertanaman (IP) 200 seluas 3.195 hektare di Desa Suka Cinta, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumsel.

Herman Deru mengatakan capaian produksi pangan Sumsel tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah, penyuluh, petani, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor Sumsel mampu menempati peringkat ketiga secara nasional dalam peningkatan produksi pangan.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi modal penting untuk mendorong produktivitas pertanian lebih tinggi, termasuk melalui peningkatan IP.

“Bayangkan, lahan seluas 3.195 hektare di Kecamatan Muara Kuang tanpa irigasi teknis tetap bisa panen. Inilah yang akan kita dorong agar meningkat menjadi IP 300. Target kita ke depan, produksi gabah Sumsel mencapai 5 juta ton,” ujar Herman Deru.

Ia menilai keberhasilan petani di Muara Kuang menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur irigasi tidak menjadi penghalang untuk meningkatkan produktivitas. Kemampuan petani dalam mengelola sumber daya air menjadi salah satu kekuatan yang perlu terus dikembangkan.

Herman Deru juga mengapresiasi ketangguhan petani Sumsel dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca. Di tengah musim kemarau dan kondisi panas serta kering akibat El Nino, petani tetap mampu menghasilkan panen.

“Melalui panen raya ini, kita tunjukkan bahwa petani Sumsel adalah petani perkasa, petani yang tidak menyerah menghadapi musim,” katanya.

Untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian, Pemprov Sumsel juga menyiapkan Pilot Project PMAS (Petani Modern Advanced Agriculture System). Program tersebut akan menjadi percontohan penerapan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Dalam program ini, pemerintah akan memberikan bantuan benih unggul sebanyak 70 kilogram per hektare berikut pupuk. Bantuan tersebut akan digunakan sebagai demplot pada lahan seluas 45 ribu hektare.

Herman Deru meminta jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) segera melakukan inventarisasi wilayah yang berpotensi menjadi lokasi percontohan.

“Saya minta para PPL segera menginventarisasi daerah-daerah yang akan dijadikan lokasi percontohan. Targetnya, produktivitas dapat mencapai 10 ton per hektare,” ujarnya.

Selain sektor pertanian, kunjungan kerja Herman Deru di Desa Suka Cinta juga diwarnai penyerapan aspirasi masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan persoalan belum tersedianya aliran listrik di beberapa wilayah desa.

Herman Deru meminta pemerintah desa segera mendata warga yang belum mendapatkan layanan listrik. Ia juga langsung menghubungi General Manager PLN UID S2JB, Erfani Umar, untuk meminta persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.

Kunjungan kerja itu ditutup dengan aksi Herman Deru membeli berbagai dagangan warga di sekitar lokasi panen. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian warga di sekitar kawasan panen raya. (#)