PALEMBANG, TRIKPOS.com | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung agar dapat difungsionalkan pada momentum Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemerintah daerah siap turun tangan membantu mengurai berbagai persoalan yang masih menghambat pembangunan proyek strategis tersebut, terutama kendala yang berkaitan dengan wilayah kabupaten dan desa.
Komitmen itu disampaikan Herman Deru saat menerima Direktur Operasional PT Hutama Karya (HK) Iwan Hermawan beserta jajaran di Griya Agung, Palembang, Jumat (14/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak Hutama Karya memaparkan perkembangan pembangunan Tol Palembang-Betung. Berdasarkan paparan tersebut, progres pembangunan di sejumlah seksi telah berada di atas 90 persen.
“Kami memang mau membantu untuk percepatan ini. Kalau ada hambatan di kabupaten maupun desa, kita komunikasikan. Bila perlu, kita temui kepala desa dan semua pihak agar ada akselerasi,” kata Herman Deru.
Menurut dia, target pengoperasian secara fungsional pada akhir 2026 menjadi kabar positif bagi masyarakat. Kehadiran ruas tol tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan alternatif perjalanan sekaligus mengurangi beban lalu lintas pada jalur eksisting, khususnya saat arus mudik dan libur Nataru.
Herman Deru juga membuka kemungkinan ruas yang telah memenuhi persyaratan dapat difungsionalkan secara terbatas dalam kondisi tertentu, meski pekerjaan penyelesaian akhir masih berlangsung.
“Kalau memang dalam kondisi tertentu terjadi kemacetan dan situasinya mendesak, ruas yang sudah memenuhi persyaratan bisa difungsionalkan secara terbatas meskipun masih ada finishing,” ujarnya.
Direktur Operasional PT Hutama Karya Iwan Hermawan menyatakan optimistis Tol Palembang-Betung dapat difungsionalkan pada Desember 2026.
Tol Palembang-Betung memiliki panjang 69,8 kilometer dengan kecepatan rencana 100 kilometer per jam dan terdiri atas 2 x 2 lajur. Infrastruktur tersebut juga dilengkapi simpang susun, jembatan, underpass, overpass, serta dua rest area.
Adapun progres pembangunan Seksi 1 telah mencapai 93,74 persen, Seksi 2 sebesar 96,70 persen, dan Seksi 3 mencapai 94,55 persen. Sementara pembangunan sejumlah struktur pendukung tercatat 38,20 persen.
Di sisi lain, pembangunan lanjutan dari Betung menuju Bayung Lencir hingga Jambi juga mulai memasuki tahapan penting. Sekitar 35 kilometer kawasan hutan telah mendapatkan penetapan lokasi untuk pembangunan jalan tol.
Namun, masih terdapat proses penyelesaian persoalan tanam tumbuh masyarakat. Hutama Karya menegaskan penyelesaian persoalan tersebut tetap dilakukan dengan prinsip tidak merugikan masyarakat.
Herman Deru berharap percepatan Tol Palembang-Betung tidak berhenti di ruas tersebut, tetapi terus berlanjut hingga tersambung dengan Jambi.
Menurutnya, konektivitas jalan tol dari Lampung hingga Jambi akan memperkuat posisi Sumsel sebagai salah satu simpul transportasi penting di Pulau Sumatera.
Pemerintah Sumsel juga menargetkan jaringan tol di daerah tersebut semakin terkoneksi pada 2028, termasuk pengembangan jaringan menuju Prabumulih, Muara Enim hingga Lubuklinggau.
Konektivitas tersebut diharapkan tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Sumsel.
Laporan : Redaksi













