Edward Candra Dorong Alumni IKAPTK Jadi Motor Reformasi Birokrasi di Sumsel

Foto : Sekda Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra saat membuka Kongres Kabupaten IKAPTK Banyuasin Tahun 2026 di Pinewood Park Palembang, Sabtu (10/10/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Penguatan integritas dan disiplin aparatur menjadi kunci dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Para alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan di Sumatera Selatan (Sumsel) pun didorong mengambil peran strategis sebagai motor penggerak reformasi birokrasi.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., saat membuka Kongres Kabupaten Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Banyuasin Tahun 2026 di Pinewood Park Palembang, Sabtu (10/10/2026).

Edward menegaskan, alumni kepamongprajaan tidak cukup hanya mengandalkan latar belakang pendidikan dan kebanggaan terhadap almamater. Lebih dari itu, mereka harus mampu membuktikan kualitas diri melalui kinerja, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurutnya, keberadaan alumni di berbagai posisi strategis pemerintahan merupakan peluang besar untuk mendorong perbaikan tata kelola birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kita harus bangga menjadi alumni, tetapi kita juga harus menjadi alumni yang membanggakan. Hal itu harus dibuktikan melalui integritas dan prestasi yang baik, sehingga kita menjadi sosok yang dibutuhkan oleh instansi tempat kita bertugas,” ujarnya.

Edward menilai disiplin merupakan nilai mendasar yang harus terus melekat pada setiap aparatur lulusan pendidikan kepamongprajaan. Nilai tersebut perlu tercermin dalam sikap, etos kerja, kepatuhan terhadap aturan, hingga pelaksanaan tanggung jawab sehari-hari.

Ia mengingatkan, profesionalisme aparatur tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari konsistensi dalam bekerja dan kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi institusi serta masyarakat.

“Keberhasilan itu dibuktikan dengan kedisiplinan. Citra kepamongprajaan adalah disiplin, dan nilai tersebut harus terus kita jaga dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Dengan integritas dan kedisiplinan yang kuat, para alumni diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Edward mengungkapkan, sekitar 800 alumni IKAPTK di Sumsel saat ini telah mengemban berbagai posisi dan tugas di sejumlah instansi pemerintahan. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kontribusi alumni dalam pembangunan daerah.

Namun, ia mengingatkan agar perbedaan jabatan maupun tempat penugasan tidak mengikis hubungan kekeluargaan yang telah terjalin di antara para alumni.

“Jabatan itu ada masanya, tetapi kekeluargaan kita tidak ada masanya. Karena itu, kebersamaan dan rasa kekeluargaan harus terus kita dorong dan pelihara,” ungkapnya.

Menurut Edward, soliditas organisasi menjadi faktor penting agar IKAPTK tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu membangun kolaborasi dan memberikan sumbangsih nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam upaya memperkuat kelembagaan, Edward menyampaikan bahwa penataan kepengurusan IKAPTK tingkat provinsi akan disesuaikan dengan kepengurusan pusat. Selanjutnya, kepengurusan definitif di 17 kabupaten/kota di Sumsel diharapkan segera dibentuk dan dikukuhkan.

Percepatan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi sepanjang 2026. Dengan struktur kepengurusan yang semakin tertata, koordinasi antardaerah diharapkan berjalan lebih efektif sehingga program organisasi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ia juga mendorong alumni IKAPTK untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tata kelola pemerintahan, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas.

Bagi Edward, tantangan birokrasi ke depan membutuhkan aparatur yang tidak hanya memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan profesional, dan orientasi kuat terhadap kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Banyuasin, Ali Sadikin, menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin terhadap penguatan pendidikan kepamongprajaan dan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan.

Ia mengajak seluruh alumni untuk terus memberikan kontribusi sesuai kewenangan dan bidang tugas masing-masing, terutama dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri.

Kongres Kabupaten IKAPTK Banyuasin Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan komitmen bersama untuk membangun aparatur pemerintahan yang kompeten, disiplin, dan berintegritas.

Turut hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua IKAPTK Kabupaten Banyuasin, Dr. Drs. H. Ali Sadikin, M.Si, calon Ketua IKAPTK Kabupaten Banyuasin, Drs. Edhi Haryono, M.Si., Ketua Panitia Kongres IKAPTK Banyuasin, Rayan Nurdiansa, S.STP., M.Si., sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel atau perwakilannya; pengurus IKAPTK Kabupaten Banyuasin; peserta kongres; serta undangan lainnya. (#)