PALEMBANG, TRIKPOS.com ( 30/4/ 2026) — Upaya penguatan pembinaan warga binaan terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Hal itu tercermin dalam kegiatan peresmian ruang kelas Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kerja sama yang dibangun melibatkan Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Palembang dalam penyelenggaraan PKBM “Ki Hajar Dewantara”, serta dengan PT Palapa Teknologi Indonesia terkait pengelolaan layanan I-Wartelsuspas.
Dalam sambutannya, Erwedi menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, baik dari sisi pendidikan maupun layanan komunikasi berbasis teknologi.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif. Melalui PKBM dan dukungan layanan I-Wartelsuspas, diharapkan warga binaan memperoleh manfaat nyata selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, menambahkan bahwa sinergi tersebut akan memperkuat program pembinaan yang humanis dan adaptif. Menurutnya, pendidikan melalui PKBM dapat meningkatkan kapasitas intelektual warga binaan, sementara layanan I-Wartelsuspas memungkinkan mereka tetap berkomunikasi dengan keluarga secara aman dan terkontrol.
Penandatanganan PKS ini sekaligus menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong layanan pemasyarakatan yang lebih modern, berorientasi pada pemulihan, serta pemberdayaan warga binaan.
Melalui kolaborasi antara Rutan Kelas I Palembang, SPNF SKB Kota Palembang, dan PT Palapa Teknologi Indonesia, diharapkan tercipta ekosistem pembinaan berkelanjutan yang mampu membekali warga binaan dengan pendidikan, keterampilan, dan kesiapan sosial saat kembali ke masyarakat. (#)















