Cegah Stunting Sejak Dini melalui Aplikasi Happy Mom

Foto : Dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang memberikan edukasi kepada ibu hamil dan kader posyandu melalui pengenalan aplikasi Happy Mom dalam upaya pencegahan stunting

PALEMBANG, TRIKPOS.COM | Pencegahan stunting kini tak hanya mengandalkan penyuluhan tatap muka. Dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang memperkenalkan aplikasi Happy Mom kepada ibu hamil sebagai sarana pendamping menjaga kesehatan fisik dan mental selama kehamilan, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) di Posyandu Beringin dan Posyandu Sepakat, wilayah kerja Puskesmas Empat Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 September 2026.

Melalui aplikasi tersebut, ibu hamil dilatih teknik hipnosis kehamilan berupa relaksasi dan sugesti positif untuk mengelola stres serta kecemasan. Kondisi psikologis ibu yang tenang dinilai turut berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan janin, yang menjadi salah satu fondasi mencegah stunting sejak dalam kandungan.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ibu Hamil dan Keluarga dalam Upaya Menciptakan Generasi Bebas Stunting” ini dihadiri ibu hamil beserta anggota keluarga, kader posyandu, serta petugas dari Puskesmas Empat Ulu Palembang.

Ketua tim pengabmas, Sari Wahyuni, SST, M.Keb, mengatakan aplikasi Happy Mom dipilih agar ibu hamil dapat terus berlatih secara mandiri di rumah, tidak hanya saat kegiatan berlangsung.

“Stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan, dan itu bukan hanya soal gizi, tetapi juga ketenangan ibu. Dengan aplikasi ini, ibu hamil bisa berlatih relaksasi kapan saja dengan didampingi keluarga,” ujarnya.

Foto : Dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang memberikan edukasi kepada ibu hamil dan kader posyandu melalui pengenalan aplikasi Happy Mom dalam upaya pencegahan stunting

Tim pengabmas lainnya Bdn. Nurul Komariah, SST, S.Stat, M.Keb dan Kharisma Virgian, SST, M.Keb menambahkan, pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu. Keluarga memegang peran penting dalam memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup, pemeriksaan kehamilan yang teratur, serta dukungan emosional selama masa kehamilan.

Selain pengenalan aplikasi Happy Mom, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Edukasi disampaikan melalui beragam media, mulai dari pembagian leaflet yang dapat dibawa pulang dan dibaca bersama keluarga hingga pemutaran video edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu dan janin.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), gizi seimbang bagi ibu hamil, serta cara mengenali Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK menjadi perhatian karena kondisi tersebut berisiko menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah yang berujung pada stunting.

Tak hanya ibu hamil, kader posyandu turut mendapat penyegaran berupa pelatihan cara mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA) pada ibu hamil secara tepat. Pengukuran LILA merupakan langkah sederhana untuk mendeteksi dini risiko KEK di tingkat posyandu.

Kader juga dibekali materi “Cegah Stunting dengan ABCDE”, yaitu Aktif minum tablet tambah darah, Bumil teratur memeriksakan kehamilan minimal enam kali, Cukupi konsumsi protein hewani, Datang ke posyandu setiap bulan, serta berikan ASI Eksklusif selama enam bulan. Dengan bekal ini, kader diharapkan mampu melanjutkan edukasi secara mandiri kepada masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Pada sesi tanya jawab, sejumlah peserta antusias menyampaikan pertanyaan seputar menu makanan bergizi dan keluhan selama kehamilan. Kegiatan semakin meriah dengan kuis berhadiah bagi peserta yang mampu menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan.

Salah satu peserta ibu hamil, Tiara Sukmawati mengaku merasakan manfaat langsung dari latihan relaksasi melalui aplikasi Happy Mom.

Hal senada disampaikan Linda, kader Posyandu, menurutnya pelatihan pengukuran LILA sangat membantu kader dalam memantau kondisi ibu hamil saat kegiatan posyandu.

“Selama ini kami sudah mengukur LILA, tetapi belum tentu caranya tepat. Setelah dilatih, kami lebih percaya diri dan bisa langsung mengenali ibu hamil yang berisiko KEK untuk segera dirujuk ke puskesmas,” ungkapnya.

Sementara itu Julia, perwakilan Puskesmas Empat Ulu Palembang, menyambut baik inovasi yang dibawa Poltekkes Kemenkes Palembang. Ia menilai pemanfaatan aplikasi digital dapat memperkuat program penurunan stunting di wilayah kerjanya.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Penggunaan aplikasi seperti Happy Mom menjadi terobosan yang memudahkan ibu hamil mendapatkan pendampingan, sementara penguatan kader posyandu sejalan dengan program Puskesmas. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.

Di akhir acara, peserta mengikuti post-test untuk melihat peningkatan pemahaman setelah menerima edukasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, tim berharap terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil, keluarga, serta kader kesehatan dalam pencegahan stunting. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan media edukasi serta publikasi berupa artikel ilmiah dan pemberitaan di media daring.

Tim pengabmas terdiri atas Sari Wahyuni, SST, M.Keb selaku ketua, dengan anggota Bdn. Nurul Komariah, SST, S.Stat, M.Keb dan Kharisma Virgian, SST, M.Keb. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang yakni Dea Fitri Ransi Ariyani, Yunita Rahmawati Putri, Ziana Bastari, Dina Novitra, Gita Ramadhanti Oktariani, Diva Ayu Naura Ramadhani, dan Selvi.

“Kami berharap ibu hamil terus memanfaatkan aplikasi Happy Mom di rumah, dan kader posyandu dapat meneruskan ilmu ini sehingga upaya pencegahan stunting di wilayah Empat Ulu berjalan berkelanjutan,” pungkas Sari Wahyuni. (#)