OKI  

Pemkab OKI Tekankan Ketahanan Keluarga Lewat Pendekatan Neuroparenting

KAYUAGUNG, TRIKPOS.com— Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menegaskan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah melalui kegiatan Muhasabah Akhir Tahun dan Peringatan Hari Ibu yang digelar di GOR Perahu Kajang, Selasa (16/12).

Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi neuroparenting sekaligus pendakwah, dr Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP, dan diikuti ribuan jemaah, mayoritas ibu-ibu majelis taklim se-Kabupaten OKI, serta peserta dari daerah sekitar seperti Ogan Ilir, OKU Timur, dan Kota Palembang.

Dalam tausiyahnya, Aisah menekankan pentingnya pemahaman terhadap perbedaan cara kerja otak laki-laki dan perempuan sebagai kunci menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, konflik keluarga kerap muncul bukan karena hilangnya rasa cinta, melainkan karena kurangnya pengetahuan dalam memahami pasangan.

“Masalah rumah tangga sering kali bukan karena kurang cinta, tetapi kurangnya ilmu memahami perbedaan. Laki-laki dan perempuan memiliki fokus dan prioritas yang tidak sama. Jika dipahami, konflik bisa dikelola dengan lebih bijak,” ujar Aisah.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan neuroparenting membantu pasangan suami istri memahami kebutuhan emosional masing-masing. Suami, kata dia, cenderung membutuhkan ruang untuk memproses masalah, sementara istri membutuhkan koneksi emosional sebelum solusi ditawarkan.

“Ketika saling memahami kebutuhan tersebut, rumah tangga akan menjadi tempat yang menenangkan, bukan sumber tekanan,” katanya.

Sementara itu, Bupati OKI H Muchendi Mahzareki menyatakan keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada kekuatan mental, emosional, dan spiritual masyarakat.

“Keluarga yang harmonis akan melahirkan generasi yang sehat dan berkarakter. Inilah pondasi utama pembangunan jangka panjang,” kata Muchendi.

Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum akhir tahun sebagai waktu refleksi untuk memperbaiki komunikasi dan peran dalam keluarga, baik sebagai suami, istri, maupun orang tua.

“Kita manfaatkan akhir tahun ini untuk evaluasi diri, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan kualitas pengasuhan anak,” ujarnya.

Muchendi menambahkan, Pemkab OKI berkomitmen menghadirkan program-program berkelanjutan yang mendukung ketahanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan sosial di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab OKI juga menyerahkan Baznas Award kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam penguatan peran zakat serta kegiatan sosial keagamaan di Kabupaten OKI. (#)