Jelang Penutupan, Dansatgas Pastikan Seluruh Sasaran TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Rampung 100 Persen

Foto : Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos.,

PALEMBANG, TRIKPOS.com– Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang tinggal menghitung hari. Menjelang berakhirnya program, Dansatgas TMMD ke-129, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., memastikan seluruh sasaran pembangunan telah mencapai 100 persen.

Kepastian itu disampaikan setelah Kolonel Erik meninjau sejumlah lokasi sasaran sekaligus mengecek kesiapan rangkaian penutupan TMMD di wilayah Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang.

Bagi Satgas, tahap akhir TMMD bukan sekadar memastikan pekerjaan selesai. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar siap diserahkan dan dimanfaatkan masyarakat.

“Proses TMMD ke-129 di Kota Palembang berjalan lancar. Seluruh sasaran, baik sasaran fisik, sasaran tambahan maupun sasaran nonfisik, dapat terlaksana dengan baik,” ujar Kolonel Erik.

Sejumlah pekerjaan yang menjadi sasaran utama meliputi pembangunan jalan sepanjang 750 meter, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan fasilitas umum, pos keamanan lingkungan (poskamling), sumur bor hingga jembatan.

Salah satu hasil pembangunan yang dinilai memiliki dampak langsung bagi warga adalah peningkatan jalan sepanjang 750 meter dengan lebar sekitar enam meter di kawasan Talang Jambe.

Sebelum dibangun melalui TMMD, kondisi akses tersebut belum memadai untuk menunjang mobilitas masyarakat. Jalan itu tidak hanya menjadi penghubung menuju pondok pesantren, tetapi juga digunakan anak-anak sekolah serta warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kini, akses tersebut jauh lebih mudah dilalui. Jalan yang sebelumnya lebih banyak digunakan kendaraan roda dua sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat.

Menurut Kolonel Erik, penetapan jalan tersebut sebagai sasaran TMMD dilakukan berdasarkan survei dan pembahasan bersama Pemerintah Kota Palembang serta Kodim 0418/Palembang.

“Dari hasil survei, akses jalan ini memang penting untuk dibuka dan ditingkatkan karena memiliki fungsi strategis bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain jalan, pembangunan poskamling juga diarahkan agar terus memberikan manfaat setelah program TMMD berakhir. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga keamanan lingkungan.

Sumur Bor Jadi Perhatian, Kebutuhan Air Bersih Diprioritaskan

Persoalan air bersih menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.

Sejumlah sumur bor dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung fasilitas pendidikan dan keagamaan yang mengalami keterbatasan sumber air.

Kolonel Erik menegaskan, pembangunan sumur bor tidak berhenti setelah penutupan TMMD. Kodim 0418/Palembang berencana melanjutkan program tersebut secara bertahap dengan mengutamakan wilayah yang benar-benar membutuhkan.

“Setiap bulan nanti ada pembuatan sumur bor. Sebelumnya juga sudah dilakukan di Sei Selincah. Ke depan kita akan melihat pondok pesantren dan lingkungan masyarakat yang memang membutuhkan,” katanya.

Karena itu, masyarakat yang menghadapi persoalan serius terkait ketersediaan air bersih dipersilakan menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Kodim 0418/Palembang.

Namun, setiap usulan akan terlebih dahulu melalui pendataan dan survei untuk menentukan tingkat kebutuhan serta kelayakan lokasi.

“Yang kita prioritaskan adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kalau ada yang membutuhkan sumur bor, bisa disampaikan kepada Kodim untuk kemudian kita survei,” ujarnya.

RTLH: Rumah Tak Layak Dibongkar, Warga Dapat Hunian Lebih Layak

Program rehabilitasi RTLH juga menjadi bagian penting TMMD ke-129. Sasaran pembangunan tidak hanya berada di Kecamatan Sukarami, tetapi juga menyentuh wilayah Kecamatan Sako.

Kolonel Erik mengungkapkan, terdapat rumah warga yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan sehingga tidak lagi layak dijadikan tempat tinggal.

Dalam salah satu sasaran, kondisi bangunan bahkan berdampingan dengan kandang sapi. Kondisi tersebut membuat rumah harus dibongkar dan dibangun kembali agar warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

“Ada rumah yang kondisinya tidak layak, bahkan ada kandang sapi yang berdampingan dengan tempat tinggal. Karena memang tidak layak, kita bongkar dan kita bangun kembali,” katanya.

Menurutnya, pembangunan RTLH tidak hanya menyangkut perubahan fisik bangunan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Jembatan Perkuat Konektivitas Masyarakat

Sementara itu, pembangunan jembatan menjadi bagian lain dari sasaran TMMD untuk memperkuat konektivitas warga.

Kolonel Erik mengatakan, pembangunan dilakukan berdasarkan hasil survei di lapangan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

“Untuk pembangunan jembatan, itu juga merupakan program pemerintah. Semuanya berdasarkan survei kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh sasaran TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang pada prinsipnya telah mencapai 100 persen.

Kini, perhatian Satgas beralih pada kesiapan akhir menjelang penutupan serta memastikan seluruh hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Kolonel Erik mengingatkan, keberhasilan TMMD tidak berhenti ketika seluruh pekerjaan dinyatakan selesai. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas yang telah dibangun tetap terawat dan digunakan sesuai peruntukannya.

“Yang paling penting setelah TMMD selesai adalah bagaimana masyarakat menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan ini dengan sebaik-baiknya. Karena tujuan akhirnya adalah memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Laporan : Redaksi