PALEMBANG, TRIKPOS.com— Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, mengingatkan mahasiswa untuk mewaspadai potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) dan memakainya secara bijak. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri final lomba video AI bertema ketahanan pangan di Palembang, Minggu (19/4/2026) siang.
“AI seperti pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan dengan baik, akan beri manfaat besar. Tapi, jika disalahgunakan, bisa timbulkan dampak negatif,” ujarnya. Oleh karena itu, Herman Deru menekankan pentingnya kecakapan dan literasi digital dalam mengelola teknologi tersebut.
Gubernur mengapresiasi penyelenggaraan lomba yang diinisiasi Universitas Sjakhyakirti. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan AI untuk karya berdampak nyata bagi masyarakat, seperti edukasi petani soal hilirisasi produk pertanian dan peningkatan produktivitas.
Sebagai contoh, AI bisa gambarkan proses pengolahan gabah hingga jadi produk siap saji seperti lontong. “Karya video AI jangan sekadar visualisasi, tapi hasilkan output bermanfaat buat petani,” tegasnya. Herman Deru juga peringatkan risiko penipuan via AI, sehingga literasi digital wajib ditingkatkan.
Ketua Umum Yayasan Perguruan Sjakhyakirti Palembang, Muhammad Arif Rani, menyebut ketahanan pangan sebagai program prioritas pemerintah pusat yang harus berkelanjutan. “Program ini pastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat,” katanya.
Ketua pelaksana lomba, Mariana Purba, ungkap 224 karya masuk tahap awal. Selepas semifinal, 10 peserta lolos final. Lomba ini sejalan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto soal pemanfaatan AI positif.
Menurut Mariana, tema ketahanan pangan selaras dengan program pemerintah. Ke depan, ia harap perguruan tinggi lain berkolaborasi. “Setiap kampus bisa kirim perwakilan. Mahasiswa Sumsel punya potensi besar, mampu bersaing nasional,” pungkasnya. (#)















