PALEMBANG, TRIKPOS.com— Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI hingga Paket A di Kota Palembang mulai digelar pada akhir April 2026. Ujian ini dilaksanakan dalam empat gelombang sebagai upaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti tes secara tertib dan optimal, di tengah perhatian publik terhadap integritas pelaksanaan ujian.
Dinas Pendidikan Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk menjaga TKA berlangsung transparan, terukur, dan bebas dari pelanggaran. Penguatan pengawasan serta kesiapan teknis menjadi fokus utama dalam pelaksanaan tahun ini.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dr. Alhadi Yan Putra, menjelaskan bahwa TKA dibagi dalam empat gelombang, yakni 20–21 April (gelombang pertama), 22–23 April (gelombang kedua), gelombang khusus, serta 27–28 April (gelombang ketiga) dan 29–30 April (gelombang keempat). Setiap hari ujian dibagi dalam empat sesi.
“Pembagian ini dilakukan agar pelaksanaan berjalan tertib dan peserta tetap nyaman serta fokus saat mengerjakan soal,” ujar Alhadi.
Ia menyebutkan, materi yang diujikan difokuskan pada Bahasa Indonesia dan Matematika sebagai indikator utama dalam mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa.
“Tujuannya bukan sekadar menyelesaikan soal, tetapi mengukur pemahaman bacaan dan kemampuan bernalar siswa,” katanya.
Menurut Alhadi, seluruh tahapan pelaksanaan telah dipersiapkan secara matang, mulai dari infrastruktur, pengawasan ruang ujian, hingga penegasan aturan bagi peserta dan pengawas. Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi pelanggaran serta menjaga nilai kejujuran dalam ujian.
Ia juga mengingatkan siswa untuk mengerjakan soal dengan cermat dan tidak terburu-buru. Ketelitian dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.
“Kerjakan dengan tenang, lalu periksa kembali jawaban sebelum mengakhiri ujian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 34 Palembang, Zainal Abidin Fikri, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan TKA yang menekankan integritas dan kualitas penilaian. Ia memastikan pihak sekolah telah melakukan persiapan menyeluruh, baik secara teknis maupun pembinaan mental siswa.
“Kami menekankan bahwa kejujuran jauh lebih penting daripada sekadar nilai tinggi. Siswa harus percaya pada kemampuan sendiri,” katanya.
Ia juga memastikan para pengawas menjalankan tugas secara profesional tanpa memberi ruang terhadap praktik yang melanggar aturan.
Zainal mengimbau siswa tetap fokus dan memanfaatkan waktu dengan baik selama ujian berlangsung. Menurut dia, TKA bukan hanya soal hasil akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter.
“Dengan persiapan yang matang dan sikap disiplin, kami yakin siswa mampu meraih hasil optimal,” pungkasnya. (H@s)















