LAHAT, TRIKPOS.com – Pembangunan kembali Jembatan Muara Lawai di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, tak sekadar menjadi proyek infrastruktur pasca-ambruknya jembatan pada pertengahan 2025. Lebih dari itu, DPRD Provinsi Sumatera Selatan menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas perusahaan tambang yang melintasi jalur tersebut.
Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan jembatan dan perbaikan jalan di Desa Muara Lawai, Jumat (10/4/2026), menegaskan bahwa keberlanjutan infrastruktur harus diiringi regulasi yang tegas.
Menurutnya, ambruknya jembatan pada 29 Juni 2025 lalu telah mengganggu konektivitas vital antara Kabupaten Lahat dan Muara Enim, yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting. Infrastruktur yang dibangun harus didukung pengawasan, terutama terhadap kendaraan bertonase besar dari sektor tambang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan ulang jembatan saat ini masih dalam tahap awal dengan pendekatan darurat. Komisi IV DPRD Sumsel turut mendorong agar proses rekonstruksi dilakukan dengan standar ketahanan struktur yang lebih kuat.
Diperkirakan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jembatan mencapai sekitar Rp21,4 miliar. Dana tersebut akan difokuskan pada peningkatan daya tahan konstruksi agar mampu dilalui kendaraan umum maupun operasional secara aman dan berkelanjutan.
Selain itu, DPRD Sumsel juga menegaskan komitmennya dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur strategis, khususnya di wilayah Lahat. Aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan berlubang turut menjadi perhatian serius.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan disebut tengah mempersiapkan penganggaran untuk perawatan fungsional jalan. Program tersebut mencakup pengaspalan ulang yang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun mendatang guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Ini bukan sekadar seremoni. Momentum ini harus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Pembangunan kembali Jembatan Muara Lawai diharapkan mampu memulihkan aktivitas ekonomi warga sekaligus menjadi pijakan untuk penataan infrastruktur yang lebih berkelanjutan di kawasan tersebut. (hms/ADV)















