PALEMBANG , TRIKPOS.com – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melantik Musni Wijaya sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel dengan pekerjaan rumah besar yang langsung menanti. Sejak hari pertama menjabat, Musni dihadapkan pada tugas krusial menertibkan angkutan batu bara yang resmi dilarang melintas di jalan umum mulai 1 Januari 2026.
Musni menegaskan, kebijakan larangan angkutan batu bara di jalan umum bukan sekadar regulasi di atas kertas. Ia menyebut aturan tersebut merupakan mandat yang harus dijalankan secara konsisten, meski penuh tantangan di lapangan.
“Sejak 1 Januari 2026, angkutan batu bara tidak boleh lagi melintas di jalan umum. Ini bukan persoalan sederhana karena menyangkut banyak aspek, mulai dari jalur darat hingga sungai,” kata Musni, Kamis (16/1/2026).
Menurutnya, persoalan angkutan batu bara tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan koordinasi lintas instansi dan lintas wilayah, termasuk pemerintah kabupaten dan kota.
Musni mengakui, tanggung jawab Dishub Sumsel ke depan cukup berat. Selain memastikan kebijakan berjalan efektif, pihaknya juga harus menjamin kesiapan infrastruktur agar distribusi batu bara tidak kembali berdampak pada masyarakat.
Sebagai langkah awal, Musni menargetkan konsolidasi internal di lingkungan Dishub Sumsel. Ia menekankan pentingnya kerja tim serta penyusunan kebijakan berbasis data dan kajian teknis.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Semua langkah ke depan akan dirumuskan bersama, termasuk berkoordinasi dengan OPD terkait,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi dengan Dishub kabupaten/kota, mengingat sebagian kewenangan operasional berada di daerah. Meski demikian, Musni menegaskan kebijakan strategis tetap akan dikendalikan dan dikoordinasikan di tingkat provinsi.
Sebagai solusi jangka menengah, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan infrastruktur alternatif untuk angkutan batu bara. Salah satu yang akan segera direalisasikan adalah pembangunan jalan khusus di kawasan Tanjung Jambu.
“Ini tantangan besar, tetapi kami optimistis bisa diselesaikan secara bertahap. Dalam waktu dekat akan dilakukan ground breaking jalan khusus angkutan batu bara di Tanjung Jambu,” tutup Musni. (Rini)
