PALEMBANG, TRIKPOS.com — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Tahun 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk membangun kepedulian sosial melalui gotong royong.
Hal itu disampaikan saat peluncuran program Rutilahu di Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Selasa (5/5/2026).
Menurut Herman Deru, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang diperbaiki, tetapi juga dari keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, donatur, hingga perangkat pemerintah di tingkat lokal.
“Bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kebersamaan dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya memperluas gerakan tersebut ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Herman Deru juga menyinggung pengalamannya dalam program serupa pada 2012 yang mampu memperbaiki ratusan rumah melalui pendekatan transparansi dan gotong royong, tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.
Menurut dia, keterbukaan dalam pengelolaan bantuan menjadi kunci tumbuhnya kepercayaan publik sehingga mendorong partisipasi masyarakat.
“Ketika prosesnya transparan, masyarakat akan percaya dan ikut terlibat,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut membantu warga yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.
“Yang penting adalah mereka yang layak dibantu berdasarkan data yang valid,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sumsel Novian Aswardani mengatakan program Rutilahu 2026 merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman.
Program tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Sumsel Nomor 5 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP), serta selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.
Sepanjang 2025, pembangunan rumah layak huni di Sumsel tercatat mencapai 25.170 unit dari berbagai sumber pendanaan. Selain itu, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni mencapai 4.094 unit.
Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan baru sebanyak 25.563 unit rumah serta peningkatan kualitas 3.000 unit rumah tidak layak huni di seluruh kabupaten dan kota.
Adapun melalui dukungan CSR BUMD dan BAZNAS, perbaikan rumah pada 2025 mencapai 459 unit, dengan target meningkat menjadi 551 unit pada 2026.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap program ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan permukiman yang layak huni sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah. (#)















