PALEMBANG, TRIKPOS.com – Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan, Rian Yohwari menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi Bayuri Bani Akbar atau yang akrab disapa Ubay bersama rekan-rekannya ke Sekretariat NPCI Sumsel, menyusul polemik konten viral yang sempat menyinggung perasaan penyandang disabilitas.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri pembina serta perwakilan NPCI kabupaten/kota tersebut, Ubay dan tim secara langsung menyampaikan permohonan maaf atas konten yang dinilai menyinggung perasaan penyandang disabilitas di sekretariat NPCI Sumsel, kamis (19/3/2026).
Rian Yohwari menegaskan bahwa pihaknya telah membuka pintu maaf seluas-luasnya dan menganggap persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Alhamdulillah, hari ini sudah terjalin silaturahmi. Yang bersangkutan juga telah menyampaikan permohonan maaf. Bagi NPCI Sumsel, kami menerima dengan lapang dada dan menganggap hal ini sudah clear,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh penyandang disabilitas untuk menjadikan momentum bulan suci Ramadan sebagai ajang saling memaafkan, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
“Kami berharap kepada teman-teman penyandang disabilitas untuk saling memaafkan. Ini bulan baik, momentum yang tepat untuk mempererat kebersamaan,” tambahnya.
Meski demikian, NPCI Sumsel menyampaikan bahwa koordinasi lanjutan tetap akan dilakukan bersama organisasi disabilitas lainnya di Sumatera Selatan, mengingat isu disabilitas tidak hanya berada dalam lingkup NPCI semata.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat memberikan manfaat luas. Jika berdampak baik bagi banyak orang akan kami lakukan, namun jika berpotensi merugikan tentu tidak akan kami ambil,” tegasnya.
Terkait isu laporan ke pihak kepolisian, Ketua NPCI Sumsel Rian Yohwari menjelaskan bahwa hingga saat ini NPCI Sumsel belum membuat laporan ke Polda Sumsel. Pihaknya lebih mengedepankan pendekatan persuasif melalui silaturahmi.
“Manusia tidak luput dari kesalahan. Yang terpenting adalah saling mengingatkan dan memberi maaf,” katanya.
Sementara itu, Ubay mewakili timnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh penyandang disabilitas yang merasa tersinggung atas konten yang sempat viral di media sosial.
“Kami menyadari kesalahan tersebut dan memohon maaf sebesar-besarnya. Tidak ada niat untuk menyakiti, namun kami akui hal itu tetap berdampak dan menjadi pelajaran berharga bagi kami,” ungkap Ubay.
Ia juga berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten ke depan, serta berupaya menghadirkan karya yang lebih edukatif dan tidak menyinggung pihak manapun. Bahkan, pihaknya membuka peluang untuk terlibat dalam kegiatan atau organisasi disabilitas sebagai bentuk pembelajaran dan kontribusi positif.
Ubay yang berasal dari Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, juga menambahkan bahwa permohonan maaf telah disampaikan kepada berbagai organisasi dan yayasan disabilitas di Sumatera Selatan.
“Kami sangat menyesali kejadian ini. Semoga ke depan kami bisa menjadi lebih baik,” tutupnya. (WAN)
















