Sumsel  

Paguyuban Madura Palembang Dapat Bantuan Mobil Ambulance Pemprov Sumsel

TRIKPOS.COM, PALEMBANG | Penyerahan bantuan pengadaan tahun ajaran 2023 berupa satu (1) unit Mobil Ambulance oleh ketua DPRD Provinsi Sumsel Dr RA Anita Noeringhati, SH MH kepada paguyuban Sate Madura Kota Palembang.

Hadir Pj Gubernur Sumsel diwakili Kadis Perkim Provinsi Sumsel, Basyarudin Akhmad, Komisi IV DPRD Sumsel, Nadia Basyir, di Sekretariat Paguyuban Sate Madura Kota Palembang, Minggu (2/12/2023).

Dikatakan Basyarudin, bantuan ini di berikan untuk orang Madura yang mempunyai tradisi kalau meninggal di antar ke Madura. Makanya, inisiatif DPRD Provinsi Sumsel memberikan satu unit mobil ambulance untuk mereka yang membutuhkan kendaraan.

“Mobil ambulance ini nantinya akan digunakan untuk evakuasi medis untuk peningkatan pelayanan kesehatan maupun membawa jenazah orang orang Madura yang berada di Palembang ke Madura. Tentunya disini diberikan kepada paguyuban Sate Madura Palembang,” ucap Basyarudin.

Diharapkan dapat membantu meringankan beban paguyuban. Selama ini menyewa mobil ambulance, dengan diberikan dapat mempermudah anggota paguyuban,” tambahnya.

Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati SH berterima kasih kepada Pemprov Sumsel yang memberikan bantuan satu unit mobil ambulance pinjam pakai untuk masyarakat Madura.

“Kebiasaan masyarakat Madura, apabila ada yang meninggal di bawa pulang ke Madura. Tentunya sangat membantu sekali, terutama masyarakat Madura yang mendapat perhatian dari Pemprov Sumsel,” ucapnya.

Sementara itu, ketua Paguyuban Sate Madura Palembang, Ridho menjelaskan Mobil Ambulance ini sudah lama diminta dan atas usulan ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati akhirnya terwujud.

“Sekarang ini, apabila masyarakat Madura meninggal tidak sulit lagi untuk membawanya pulang ke Madura. Nantinya, paling tinggal biaya transportasi saja. Meskipun mobil ini plat merah pinjam pakai dalam pengawasan pemprov Sumsel,” bebernya.

Ridho memaparkan Mobil ini dipergunakan khusus untuk masyarakat Madura, apabila ada paguyuban lain boleh pakai asal sopir dari Paguyuban Sate Madura. Soalnya ada tanggung jawab Paguyuban.

“Jumlah paguyuban Sate Madura 1.250 anggota di Palembang, terdaftar iuran kematian bulanan 135 Kepala keluarga. Jumlahnya 763 orang. Selama ini, biaya pulang Madura dari Palembang untuk orang meninggal 20 juta,” ungkap Ridho

“Jika membawa mobil sendiri lebih ringan, biayanya di tekankan warga membayar iuran karena kalau ada yang meninggal, keluarga yang terkena musibah tidak dibebankan biaya atau gratis,” tambah Ridho (HR)