Pilihan Menteri Jokowi Kabinet Prabowo: Antara Pengalaman dan Loyalitas Ganda

TRIKPOS.COM, PALEMBANG| Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil sekitar 107 calon menteri di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 14 dan 15 Oktober 2024. Di antara mereka, beberapa merupakan menteri yang masih menjabat di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai potensi intervensi Jokowi dalam pemerintahan Prabowo.

Executive Director Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menilai adanya potensi intervensi tersebut, terlebih dengan intensitas pertemuan antara Jokowi dan Prabowo menjelang pelantikan.

Dedi juga menyayangkan kembalinya beberapa nama, seperti Sakti Wahyu Trenggono, yang dianggap kurang memiliki performa baik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Di sisi lain, Pengamat Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, melihat penunjukan mantan menteri Jokowi sebagai pisau bermata dua. Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh berpengalaman seperti Sri Mulyani, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Rahmat Pambudi bisa memberikan keuntungan bagi Prabowo. Mereka tidak perlu beradaptasi lama dengan tugas kementerian, karena sudah memahami fungsi dan tugasnya.

Namun, Jamiluddin juga mengkhawatirkan dampak negatif dari penunjukan menteri yang dekat dengan Jokowi, karena hal ini berpotensi menciptakan loyalitas ganda.

“Mereka mungkin loyal kepada Prabowo, tapi bisa juga tetap loyal kepada Jokowi. Ini bisa menciptakan dua nakhoda dalam satu pemerintahan, yang bisa mengganggu stabilitas kepemimpinan Prabowo,” ujarnya.

Kombinasi antara pengalaman dan potensi loyalitas ganda ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Prabowo dalam menyusun kabinet yang solid dan efektif untuk pemerintahannya. (#)