Keberlanjutan dan Tantangan: Bergabungnya Menteri Jokowi ke Kabinet Prabowo

Pengamat politik Adi Prayitno

TRIKPOS.COM, JAKARTA | Pengamat politik Adi Prayitno menilai bahwa bergabungnya sejumlah menteri era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke dalam kabinet Prabowo Subianto membawa keuntungan strategis. Kehadiran mereka diharapkan mampu mempercepat akselerasi misi-misi dan janji politik Prabowo.

“Ini diharapkan mempercepat proses bagaimana mengakselerasikan misi-misi dan janji politik Prabowo ke depan,” ujar Adi kepada Liputan6.com. Namun, Adi juga menyoroti potensi kerugian dari keputusan tersebut, yakni menghambat lahirnya pembaruan politik yang diperlukan. “Tidak ada pembaruan-pembaruan secara politik, artinya apa? Ya menterinya kan orangnya itu-itu saja,” tegas Adi.

Menurut Adi, penting bagi para menteri ini untuk sepenuhnya mendukung dan berkomitmen kepada kebijakan Prabowo, mengingat mereka telah menjadi bagian dari pemerintahan yang baru. “Ketika para menteri ini sudah menjadi bagian dari Prabowo Subianto, saya kira mereka tegak lurusnya kepada Prabowo, bukan lagi kepada Jokowi,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi memandang kehadiran sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dalam kabinet Prabowo-Gibran sebagai cerminan keberlanjutan. Menurut Jokowi, keberlanjutan ini sangat penting, terutama di bidang ekonomi. “Memang hampir tim ekonomi yang ada, ya itu yang namanya keberlanjutan,” ujar Jokowi di Aceh, 15 Oktober 2024.

Jokowi menegaskan bahwa Prabowo pasti telah mempertimbangkan dengan matang pemilihan para menteri tersebut berdasarkan pengalaman dan interaksi selama lima tahun terakhir. Namun, ia juga menekankan bahwa pemilihan calon menteri merupakan hak prerogatif presiden terpilih. “Itu hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto, siapapun yang dipilih, kita semua menghargai,” kata Jokowi.

Dengan kehadiran menteri-menteri dari era Jokowi, kabinet Prabowo diharapkan dapat menjaga kesinambungan kebijakan, meski tantangan dalam menghadirkan pembaruan politik tetap ada. (red)