MUBA, TRIKPOS.com — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyoroti persoalan akses infrastruktur desa saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Desa Karang Agung Sungai Kubu, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (28/1/2026).
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj dan tabligh akbar yang menghadirkan penceramah nasional KH Said Aqil Siradj serta diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah sekitar.
Di hadapan masyarakat, Herman Deru mengakui kondisi jalan di Desa Karang Agung masih membutuhkan perhatian serius. Ia menyatakan akan menurunkan tim teknis dari Dinas Bina Marga Provinsi Sumsel untuk meninjau langsung ruas jalan yang menghubungkan Musi Banyuasin dan Banyuasin.
“Tim akan turun untuk menghitung dan mengkaji berapa panjang jalan yang perlu diperbaiki agar konektivitas wilayah ini bisa terhubung hingga Tungkal Ilir,” kata Herman Deru.
Isu infrastruktur mengemuka setelah Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman menyampaikan aspirasi agar jalan penghubung antarkabupaten tersebut ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi, sehingga dapat dianggarkan melalui APBD Provinsi Sumsel.
Selain infrastruktur, Herman Deru juga menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan keagamaan. Pada kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan sebesar Rp40 juta untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Darul Istiqomah.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Pemerintah daerah harus hadir mendukung,” ujarnya.
Sementara itu, KH Said Aqil Siradj dalam tausiahnya menekankan peran pesantren sebagai benteng utama dalam menjaga nilai-nilai ajaran Islam di tengah dinamika sosial.
“Tidak akan ada Islam yang kuat tanpa pesantren,” kata Said Aqil.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang diajarkan di pesantren, terutama melalui kajian kitab-kitab klasik, memiliki relevansi kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan tabligh akbar tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Musi Banyuasin, tokoh masyarakat, santri, serta warga Desa Karang Agung Kecamatan Lalan. (#)












