PGRI Sumsel Rumuskan Agenda Strategis Pendidikan, Perlindungan dan Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas

Foto : Ketua III PB PGRI Dra. Dian Mahsunah, M.Pd., bersama jajaran pengurus PGRI Sumsel saat menghadiri Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I PGRI Sumsel di Wyndham OPI Hotel Palembang, Jum'at (19/6/2026)

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga marwah profesi guru sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendorong kemajuan pendidikan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I PGRI Sumsel yang berlangsung di Wyndham OPI Hotel Palembang, 18-20 Juni 2026.

Mengusung tema Mari Kita Jaga Marwah Guru untuk Mewujudkan Guru Hebat, Indonesia Maju”, forum yang diikuti pengurus PGRI dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan itu menjadi ajang evaluasi organisasi sekaligus penyusunan agenda strategis menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Ketua III Pengurus Besar (PB) PGRI, Dra. Dian Mahsunah, M.Pd., mengatakan Konkerprov merupakan forum penting dalam menentukan arah perjuangan organisasi, bukan sekadar agenda rutin tahunan.

“Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi guru, sekaligus menyusun langkah strategis organisasi ke depan,” kata Dian, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, hasil Konkerprov akan menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun pemerintah kabupaten/kota sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan pendidikan.

Beberapa isu yang menjadi perhatian utama antara lain peningkatan mutu pendidikan, penguatan kompetensi guru, perlindungan profesi, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, hingga penguatan peran guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.

“Setiap keputusan yang dihasilkan harus berpihak kepada guru dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan,” tegasnya.

Dian menilai profesi guru saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan kurikulum, percepatan transformasi digital, tuntutan peningkatan kompetensi, hingga persoalan kesejahteraan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak agar guru dapat menjalankan tugas secara profesional dan bermartabat.

“Guru adalah fondasi kemajuan bangsa. Ketika guru dihargai, dilindungi, dan disejahterakan, maka pendidikan akan maju dan melahirkan generasi unggul,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I PGRI Sumsel, Drs. H. Lukman Haris, M.Si, menjelaskan Konkerprov I juga membahas evaluasi program kerja tahun 2025, penyusunan program kerja 2026, serta perumusan rekomendasi dan pernyataan sikap terhadap berbagai persoalan pendidikan di Sumatera Selatan.

“Sebanyak 110 peserta dari 17 kabupaten dan kota mengikuti rangkaian sidang organisasi untuk menyusun program prioritas dan rekomendasi strategis,” kata Lukman.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman turut menyinggung adanya dinamika organisasi yang berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan anggota maupun masyarakat.

Menurutnya, seluruh anggota PGRI harus tetap berpedoman pada aturan organisasi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami berharap seluruh anggota tetap menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Jangan sampai ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan di luar organisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel, Arinarsa, berharap Konkerprov I PGRI Sumsel mampu melahirkan rekomendasi yang mendukung kemajuan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Semoga hasil konferensi ini menghasilkan program-program strategis yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” pungkasnya.