PALEMBANG, TRIKPOS.com – Wajah Mushola Baitul Makfurin di wilayah sasaran TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang perlahan berubah. Setelah melalui proses pengerjaan secara gotong royong, mushola yang menjadi salah satu sarana penting bagi warga tersebut kini memasuki tahap akhir rehabilitasi.
Memasuki hari ke-11 pelaksanaan TMMD, Satgas bersama masyarakat terus mengebut pekerjaan agar mushola segera dapat digunakan dengan kondisi yang lebih nyaman dan layak untuk beribadah.
Sejumlah pekerjaan finishing dilakukan, mulai dari pemasangan keramik, pelamiran dinding, penyelesaian resplank hingga perapian area di sekitar mushola. Aktivitas pembangunan berlangsung dengan semangat kebersamaan antara personel TNI dan warga.
Bagi masyarakat, rehabilitasi Mushola Baitul Makfurin bukan sekadar memperbaiki bangunan. Kehadiran mushola yang lebih rapi dan nyaman diharapkan dapat mendukung aktivitas ibadah warga sehari-hari.
“Sekarang mushola sudah semakin bagus. Kami tentu senang dan bersyukur karena nantinya bisa digunakan untuk beribadah dengan lebih nyaman,” ungkap salah seorang warga yang ikut terlibat dalam proses pengerjaan.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo BS, mengatakan proses rehabilitasi terus dimaksimalkan, terutama pada tahap penyelesaian akhir.
“Pengerjaan rehab Mushola Baitul Makfurin kini memasuki tahap finishing. Kami terus memaksimalkan kualitas pekerjaan sehingga nantinya masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan aman. Semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan warga menjadi kunci percepatan pembangunan ini,” ujar Kapten Inf Pringgo BS.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pekerjaan menjadi gambaran nyata kuatnya semangat kebersamaan dalam program TMMD.
Tidak hanya membangun dan memperbaiki fasilitas umum, program TMMD Ke-129 juga menghadirkan ruang kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Dari proses pengerjaan mushola hingga perapian lingkungan, warga turut mengambil bagian agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, Mushola Baitul Makfurin diharapkan segera rampung dan dapat kembali menjadi tempat ibadah yang lebih representatif bagi warga.
Rehabilitasi mushola ini pun menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar. Dengan gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan, sebuah tempat ibadah yang sederhana dapat kembali memberikan kenyamanan bagi masyarakat. (WAN)













