PALEMBANG, TRIKPOS.com – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palembang terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat dan pemantauan langsung kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI Anjas Asmara turun langsung ke sejumlah wilayah di Kecamatan Jakabaring, Rabu (16/9/2026). Selain memberikan penyuluhan, tim juga meninjau lokasi bekas karhutla untuk melihat kondisi kawasan pascakebakaran.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Makoramil 418-04/Kertapati sekitar pukul 09.05 WIB. Kedatangan tim disambut Danramil 418-04/Kertapati Mayor Inf Sudarsono bersama Kapolsek SU I Kompol Heri, S.H., M.H.
Selanjutnya, sekitar pukul 10.00 WIB, tim memberikan penyuluhan kepada masyarakat di kawasan samping PTTUN, Jalan Sapta Pesona RT 29/RW 07, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring.
Penyuluhan tersebut diikuti Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat wilayah, perwakilan PTTUN serta masyarakat setempat. Dalam kegiatan itu, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap atau indikasi titik api sehingga dapat ditangani sedini mungkin.
Usai penyuluhan, tim bergerak meninjau lokasi bekas karhutla di area belakang Lapangan Tembak JSC, Jalan Gubernur H. Bastari, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, sekitar pukul 10.10 WIB.
Di lokasi tersebut, tim berdialog dengan perangkat kelurahan, Babinsa, masyarakat, serta tim keamanan dan kebersihan JSC. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran sekaligus memperkuat langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah wilayah dan masyarakat dalam mencegah karhutla. Kesadaran warga dinilai menjadi salah satu unsur penting karena pencegahan kebakaran membutuhkan pengawasan dan respons cepat secara bersama-sama. (#)













