SUMSEL  

PSEL Palembang Capai 98 Persen, Herman Deru: Sampah Kini Jadi Sumber Listrik

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Palembang segera memasuki tahap penyelesaian. Progres pembangunannya telah mencapai 98 persen dan fasilitas tersebut sudah mulai beroperasi dengan menyalurkan listrik ke PT PLN.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, PSEL menjadi terobosan penting dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan meninjau langsung fasilitas PSEL di Palembang, Rabu (4/11/2026).

Herman Deru mengatakan, capaian pembangunan yang sudah mencapai 98 persen menunjukkan keseriusan seluruh pihak dalam merealisasikan proyek pengolahan sampah tersebut. Bahkan, fasilitas itu telah berjalan dan menyuplai listrik ke PLN dengan capaian melampaui target.

“Progresnya sudah 98 persen. Yang penting sekarang sudah running dan sudah menyuplai listrik ke PLN, bahkan over target,” ujar Herman Deru.

Ia juga mengapresiasi Wali Kota Palembang beserta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan PSEL. Menurutnya, fasilitas ini menjadi kebanggaan Sumsel karena menghadirkan solusi modern terhadap persoalan sampah perkotaan.

“Ini luar biasa. Pak Wali Kota hebat, terima kasih. Ini menjadi kebanggaan kita bersama karena sampah bisa diolah menjadi energi dan dikelola dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut pembangunan PSEL ditargetkan rampung 100 persen pada Desember 2026. Pemerintah berharap fasilitas tersebut dapat segera diresmikan setelah seluruh tahapan pembangunan selesai.

“Alhamdulillah, setelah mendapat laporan dari pimpinan PSEL, pada bulan Desember sudah selesai 100 persen. Mudah-mudahan Desember nanti akan diresmikan,” ujarnya.

Zulkifli menjelaskan, PSEL memiliki peran strategis dalam mengurangi persoalan sampah yang selama ini berdampak terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran, polusi, hingga potensi kebakaran.

Melalui teknologi pengolahan tersebut, sampah tidak lagi sekadar menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.

Ia menyebut fasilitas PSEL Palembang diproyeksikan mampu menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan sekitar 14 ribu hingga 15 ribu rumah tangga. Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar 160 juta dolar AS dan diperkirakan menyerap 500 hingga 600 tenaga kerja.

Menurut Zulkifli, pemanfaatan teknologi PSEL membuktikan bahwa persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Herman Deru menambahkan, keberadaan PSEL juga diharapkan mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA). Selama ini, aktivitas di kawasan TPA menimbulkan sejumlah persoalan, seperti pencemaran air, bau tidak sedap, serta risiko kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Dengan beroperasinya PSEL, pengelolaan sampah diharapkan menjadi lebih tertata. Kawasan TPA juga berpeluang dimanfaatkan kembali oleh Pemerintah Kota Palembang untuk mendukung kebutuhan pembangunan.

Herman Deru berharap PSEL Palembang menjadi awal perubahan sistem pengelolaan sampah di Sumatera Selatan. Selain mengurangi beban lingkungan, fasilitas tersebut diharapkan mampu menghasilkan energi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Laporan : wan