Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru Dorong Tenun Serat Nanas Prabumulih Naik Kelas

Foto : Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru meninjau langsung proses pembuatan tenun serat nanas di sentra kerajinan Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih, Selasa (28/4/2026).

PRABUMULIH, TRIKPOS.com — Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru, mendorong pengembangan tenun serat nanas di Kelurahan Gunung Ibul, Kota Prabumulih, agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Hal itu disampaikan Feby saat meninjau langsung sentra tenun milik perajin lokal, Rita, Selasa (28/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia melihat proses produksi sekaligus mengamati kualitas kain yang dihasilkan.

Feby mengaku terkesan dengan hasil tenun serat nanas yang dinilai memiliki potensi besar sebagai produk unggulan daerah. Ia juga menilai inovasi desain perlu terus didorong agar produk tersebut lebih diminati pasar.

“Kain tenun seperti ini sudah bagus. Ke depan, bisa dipadukan dengan bahan lain agar lebih nyaman dipakai, terutama untuk busana siap pakai,” ujar Feby.

Ia menyarankan agar pengembangan produk tidak hanya fokus pada pakaian utama, tetapi juga alternatif seperti outer, rompi, atau vest, sehingga tetap nyaman digunakan meski berbahan dasar serat nanas.

Dalam dialog dengan perajin, Rita mengungkapkan sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan terhentinya program pelatihan. Menanggapi hal tersebut, Feby mendorong pelibatan generasi muda, termasuk anak putus sekolah dan Karang Taruna, untuk ikut terlibat dalam proses produksi.

Menurut Feby, keberlanjutan industri tenun tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada ketersediaan tenaga kerja terampil dan dukungan pembinaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Rita berharap tenun serat nanas khas Prabumulih dapat berkembang lebih pesat. Ia menyebut kebutuhan alat tenun bukan mesin (ATBM) serta pelatihan SDM menjadi faktor penting untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Selain itu, ia berencana mengembangkan inovasi dengan memadukan serat nanas dengan bahan lain guna menghasilkan produk yang lebih variatif dan diminati pasar.

Usai meninjau sentra tenun, Feby melanjutkan kunjungan ke Koperasi Miwa Pineapple. Di lokasi tersebut, ia melihat langsung proses pengolahan serat nanas menjadi benang, mulai dari bahan baku hingga siap ditenun.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, sekaligus menyerap aspirasi para perajin agar industri tenun serat nanas di Prabumulih dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. (#)