Babinsa Kemas Rindo Sigap Tangani Karhutla, Lima Hektare Lahan Terbakar

Foto : Petugas gabungan bersama Babinsa Kelurahan Kemas Rindo melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran lahan kosong sekitar lima hektare di Kecamatan Kertapati, Palembang.

PALEMBANG, TRIKPOS.com | Kebakaran lahan kosong seluas sekitar lima hektare terjadi di Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sabtu (22/8/2026). Kobaran api yang berada di sekitar RT 32, RT 33 dan RT 41 RW 08 itu cepat ditangani setelah Babinsa bersama aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan warga bergerak ke lokasi.

Lokasi kebakaran berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI). Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB setelah kepulan asap terlihat semakin tebal dari area lahan kosong.

Babinsa Kelurahan Kemas Rindo, Koramil 418-04/Kertapati, Kodim 0418/Palembang bersama personel Polsek Kertapati dan masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman. Penanganan diperkuat tiga unit mobil PBK SU I serta dukungan helikopter BNPB untuk mencegah api meluas.

Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan selama beberapa jam, kobaran api berhasil dipadamkan sementara sekitar pukul 17.00 WIB.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Pemilik lahan yang terbakar juga belum diketahui.

Ketua RT 41 RW 08 Ahmad Yani, Ketua RT 33 RW 08 Arwinson, dan Ketua RT 32 RW 08 Edi Kusuma turut menjadi saksi dalam kejadian tersebut.

Pasca-pemadaman, Babinsa bersama unsur gabungan mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas serta petugas pemadam kebakaran. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait. Belum ada laporan mengenai kerugian material selain lahan kosong yang terbakar.

Respons cepat aparat dan warga dinilai penting mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan yang berdekatan dengan wilayah lain dan berpotensi menyebabkan api meluas apabila tidak segera ditangani.

Laporan ; Redaksi