Berpacu dengan Waktu, Satgas TMMD Tuntaskan Sentuhan Akhir Mushola Baitul Maghfurin

Foto : Personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang mempercepat pekerjaan finishing Mushola Baitul Maghfurin sehari menjelang penutupan TMMD.

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Waktu pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang tinggal sehari. Namun pekerjaan Satgas belum berhenti. Personel masih mengejar penyelesaian akhir Mushola Baitul Maghfurin yang menjadi salah satu sasaran fisik program tersebut.

Sejumlah bagian mushola kembali disentuh pada Selasa, 11 Agustus 2026. Pengecatan, pembenahan bangunan, hingga pembersihan lingkungan dikerjakan untuk memastikan fasilitas ibadah itu tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi siap digunakan warga.

Pekerjaan juga menyasar kawasan di luar bangunan utama. Saluran air dan lingkungan sekitar mushola ditata agar fasilitas tersebut lebih bersih dan nyaman ketika mulai digunakan masyarakat.

Bagi Satgas, tahap akhir menjadi bagian yang tak kalah penting. Setiap detail harus dipastikan sebelum program TMMD secara resmi ditutup.

“Kita ingin mushola ini nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman. Karena itu, finishing dan pembersihan terus kita lakukan menjelang penutupan,” kata Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos.

Mushola Baitul Maghfurin diharapkan tidak berhenti sebagai hasil pembangunan fisik TMMD. Fasilitas itu diproyeksikan menjadi ruang ibadah sekaligus tempat warga berinteraksi dan memperkuat kebersamaan.

Pembangunannya pun berlangsung dengan melibatkan semangat gotong royong antara personel Satgas dan masyarakat. Karena itu, penyelesaian mushola menjadi salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian hingga hari terakhir pelaksanaan TMMD.

Sehari sebelum penutupan, pekerjaan kini memasuki fase penyempurnaan. Satgas memastikan bagian-bagian yang masih membutuhkan sentuhan akhir dituntaskan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.

TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang memang segera berakhir. Namun bagi warga, mushola yang dibangun melalui program tersebut justru akan memasuki babak baru: digunakan dan dirawat sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Laporan: Redaksi