PALEMBANG, TRIKPOS.com– Ketahanan pangan menjadi salah satu isu strategis yang terus didorong pemerintah di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional. Menjawab tantangan tersebut, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang menghadirkan program pengembangan lahan pangan terpadu di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, sebagai langkah membangun kemandirian pangan dari tingkat masyarakat.
Program ini menjadi bukti bahwa TMMD tidak hanya identik dengan pembangunan jalan, jembatan, maupun infrastruktur desa. Di hari ke-17 pelaksanaan TMMD, personel TNI bersama warga bergotong royong mengolah lahan yang dipersiapkan sebagai kawasan ketahanan pangan produktif agar mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan sekitar. Ketika masyarakat mampu mengelola lahannya secara produktif, maka kemandirian pangan akan terbentuk dan kesejahteraan warga ikut meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Satgas TMMD bertujuan memberikan motivasi sekaligus contoh kepada masyarakat bahwa lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diubah menjadi sumber pangan yang berkelanjutan.
Antusiasme warga terlihat selama proses pengelolaan lahan berlangsung. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan kawasan pangan produktif yang diharapkan terus berkembang meski program TMMD telah berakhir.
Melalui pendekatan pemberdayaan tersebut, TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Langkah ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. (WAN)













