Kabut Asap Pekat Kepung Palembang, Pemkot Gelar Salat Istisqa dan Minta Hujan Segera Turun

Foto : Wali Kota Palembang H Ratu Dewa bersama jajaran ASN, tokoh agama, dan masyarakat mengikuti Salat Istisqa di halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Sabtu (29/8/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengambil langkah spiritual. Pemkot menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu meredakan titik api sekaligus memperbaiki kualitas udara.

Salat meminta hujan tersebut berlangsung di halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Sabtu (29/8/2026). Sejumlah aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ustaz dan ustazah turut mengikuti ibadah tersebut.

Rangkaian Salat Istisqa berlangsung khusyuk. Para jemaah memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi masyarakat Palembang di tengah kondisi udara yang memburuk.

Salat Istisqa dipimpin Ahmad Tarmizi Muhaimin, S.Pd.I, Al-Hafidz sebagai imam.

Wali Kota Palembang H Ratu Dewa mengatakan, persoalan kualitas udara akibat kabut asap saat ini menjadi perhatian serius pemerintah. Berdasarkan indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara Palembang berada di angka 158 dan masuk kategori yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah terus berupaya maksimal untuk menangani dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah,” kata Ratu Dewa.

Ia menyebut tiga wilayah di Palembang yang dinilai paling rawan terdampak karhutla, yakni Kecamatan Gandus, Kertapati, dan Ilir Barat I.

Pemkot Palembang bersama unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap titik-titik api serta mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas. Namun, kondisi cuaca yang masih kering menjadi salah satu tantangan dalam upaya penanganan karhutla.

Karena itu, turunnya hujan sangat diharapkan untuk membantu proses pemadaman sekaligus mengurangi kepungan asap yang berdampak terhadap masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, Ratu Dewa juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan. Warga diminta menerapkan pola hidup sehat dan disiplin menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Imbauan itu semakin penting karena kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih cukup tinggi. Kelompok usia produktif 15 hingga 59 tahun disebut menjadi kelompok yang paling banyak terdampak.

“Melalui Salat Istisqa ini, kita bersama-sama bermunajat dan mengetuk pintu langit. Kita berharap Allah SWT mengijabah doa kita dan menurunkan hujan yang bermanfaat bagi Kota Palembang,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Salat Istisqa Ahmad Tarmizi Muhaimin mengajak masyarakat menjadikan kondisi kekeringan dan karhutla sebagai momentum untuk memperbanyak istighfar, zikir, serta meningkatkan ketakwaan.

Menurutnya, musibah yang terjadi juga menjadi pengingat agar manusia melakukan evaluasi terhadap cara menjaga lingkungan dan keseimbangan alam.

“Semoga melalui ketulusan doa seluruh jemaah, Kota Palembang senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan Allah SWT serta segera diberikan hujan yang merata,” harapnya.

Laporan : WAN